Pati, Infojateng – Pemerintah Kabupaten Pati memasang target tinggi dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang akan digulirkan pada Oktober mendatang. Tidak tanggung-tanggung, Kontingen Bumi Mina Tani membidik posisi tiga besar dalam ajang olahraga multieven tertinggi di tingkat provinsi tersebut.
Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, usai menghadiri Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Pati di Ruang Pragolo, Setda Pati, Sabtu (13/6/2026).
Kepada awak media, Plt. Bupati mengingatkan kembali pentingnya sektor olahraga sebagai salah satu pilar harga diri daerah. Dirinya merefleksikan capaian Porprov 2023 lalu, di mana Kabupaten Pati sukses mengamankan total 155 medali.
”Olahraga itu sangat penting. Porprov Oktober nanti target kita bisa masuk ke tiga besar. Tantangan efisiensi memang tidak hanya di Pati, tapi insyaAllah kami dari pemerintah daerah akan support semua,” tegasnya.
Karpet Merah Bonus Atlet: Segera Didiskusikan dengan Dewan
Demi membakar semangat juang para atlet agar target tiga besar bukan sekadar angan-angan, isu krusial mengenai kesejahteraan dan apresiasi langsung mencuat ke permukaan.
Saat dikonfirmasi mengenai kepastian bonus bagi para atlet peraih medali apakah skemanya akan disamakan atau bahkan ditingkatkan dari Porprov 2023 lalu Plt. Bupati Risma Ardhi Chandra memberikan sinyal positif. Ia memastikan formula bonus tersebut akan segera dimatangkan bersama pihak legislatif.
”Nanti kita diskusikan lagi sama dewan,” jawab Plt. Bupati Chandra singkat, mengisyaratkan komitmennya untuk memperjuangkan hak para pahlawan olahraga Pati di kursi parlemen.
Siasati Keterbatasan Infrastruktur dan Anggaran
Di sisi lain, langkah menuju papan atas Jawa Tengah ini memang diakui tidak mudah. Masalah infrastruktur fasilitas olahraga masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi pemerintah daerah, ditambah lagi dengan kondisi ruang fiskal daerah yang sedang mengalami efisiensi ketat.
Secara blak-blakan, Risma mengungkapkan bahwa pada pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 nanti, sisa anggaran yang longgar terhitung minim. Namun, keterbatasan itu dinilai bukan alasan untuk mengendurkan prestasi.
”PR kita memang infrastruktur. InsyaAllah di anggaran Perubahan 2026 ini kita masih punya anggaran longgar. Memang terbatas, tapi dengan efisiensi yang cerdas, kita optimis,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan manajemen olahraga yang solid di tahun 2026 ini, momentum Porprov Oktober mendatang dipastikan bakal menjadi ajang pembuktian taktik dan strategi matang Kabupaten Pati untuk mengguncang panggung olahraga Jawa Tengah. (Red)

5 hours ago
2
















































