Gus Yahya: Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi Organisasi

8 hours ago 4

Kediri, infojateng.id — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, memaparkan berbagai capaian organisasi dalam menjawab tantangan zaman pada Sidang Pleno II Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (21/6/2026).

Dalam forum yang menjadi agenda terakhir sebelum Muktamar ke-35 NU tersebut, Gus Yahya menyampaikan bahwa Munas-Konbes 2026 juga menjadi momentum awal penyampaian sebagian laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan yang nantinya akan disampaikan secara lengkap pada Muktamar mendatang.

“Meski capaian ini rutin kita paparkan setiap tahun, hari ini tentu berbeda dengan pemaparan sebelumnya. Ini sekaligus menjadi momen untuk mulai mencicil laporan pertanggungjawaban pada Muktamar nanti,” ujarnya.

Salah satu capaian penting yang disoroti adalah penyelenggaraan Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU).

Program kaderisasi dasar tersebut dirancang untuk mencetak kader penggerak yang militan, memiliki pemahaman yang kuat, serta berkomitmen terhadap paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Kita telah melaksanakan PD-PKPNU dengan lebih dari 50 angkatan yang diikuti oleh para pengurus di tingkat MWCNU maupun PCNU,” kata Gus Yahya.

Selain itu, PBNU juga mengembangkan jenjang kaderisasi lanjutan melalui Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU). Program ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan kader setelah mengikuti pendidikan dasar.

“Untuk PMKNU, kita sudah meluluskan lebih dari 100 peserta,” ungkapnya.

Menurut Gus Yahya, seluruh program kaderisasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem meritokrasi di lingkungan NU.

Melalui sistem tersebut, jabatan struktural dalam organisasi diharapkan diisi oleh kader yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan rekam jejak yang jelas.

Ke depan, kaderisasi akan menjadi instrumen penting dalam menyiapkan calon pemimpin di berbagai tingkatan kepengurusan, mulai dari MWCNU, PCNU, PWNU hingga PBNU.

“Pelatihan kader ini adalah wahana yang menjadi ikhtiar kita untuk membangun meritokrasi. Siapa pun yang menduduki jabatan struktural dalam jam’iyah harus memiliki kapasitas yang memadai, yang salah satunya dibuktikan dengan pernah mengikuti pelatihan kaderisasi ini,” pungkasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |