Investor Dubai Siapkan Investasi Rp5 Triliun untuk Bangun Mini Refinery di Jepara

14 hours ago 1

Jepara, infojateng.id – Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), serius menjajaki pembangunan mini refinery atau kilang minyak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Nilai investasi yang disiapkan diperkirakan mencapai USD 200 juta atau sekitar Rp5 triliun.

Rencana investasi tersebut merupakan bagian dari penjajakan kerja sama yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan investor asal UEA.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertemu dengan calon investor asal Dubai di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo.

Keseriusan penjajakan investasi berlanjut pada Rabu (16/9/2026). Investor asal Dubai datang langsung ke Jepara untuk melihat sejumlah kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan mini refinery.

Salah satu lokasi yang ditinjau berada di kawasan depan Gelora Bumi Kartini dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Jepara.

Kedatangan investor disambut Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jepara. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Jepara memaparkan berbagai aspek terkait kawasan yang menjadi calon lokasi pembangunan refinery.

Paparan meliputi kondisi dan luas lahan hingga kedalaman pelabuhan. Aspek tersebut menjadi pertimbangan penting untuk mendukung aktivitas industri pengolahan minyak sekaligus distribusi melalui jalur laut.

Bupati Witiarso berharap proses penjajakan dapat segera masuk ke tahap berikutnya hingga pembangunan dapat direalisasikan.

“Harapannya investor bisa segera membangun refinery-nya, sehingga perekonomian Jepara semakin bagus dan bisa memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Witiarso.

Jika proses kerja sama berjalan sesuai rencana, investasi tersebut ditargetkan mulai direalisasikan sebelum akhir 2026.

Mini refinery yang direncanakan akan digunakan untuk mengolah minyak mentah dan produk terkait lainnya. Kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan membuka aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan industri dan pelabuhan.

“Jika rencana mini refinery di Jepara terealisasi, investasi tersebut akan menambah aktivitas ekonomi baru di wilayah Jepara, khususnya di kawasan yang menjadi lokasi pengembangan industri dan pelabuhan,” ujar Witiarso.

Perwakilan investor asal Dubai, Talal Ourfali, mengatakan rencana investasi tersebut dilakukan setelah pihaknya melihat potensi Indonesia, khususnya Jawa Tengah, untuk pengembangan mini refinery.

Menurut Talal, kebutuhan mini refinery di Indonesia masih cukup besar. Karena itu, pihaknya berencana membangun fasilitas dengan kapasitas awal sekitar 10 ribu barrel per hari.

Kapasitas tersebut selanjutnya ditargetkan dapat ditingkatkan hingga 30 ribu barrel per hari.

“Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus. Kita mau bangun mini refinery dengan kapasitas mulai 10 ribu barrel per hari, targetnya nanti sampai 30 ribu barrel per hari,” kata Talal.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan Jawa Tengah menjadi salah satu daerah tujuan investasi dari Uni Emirat Arab.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, nilai investasi investor asal UEA di Jawa Tengah tercatat mencapai sekitar Rp13 triliun.

Menurut Luthfi, ketertarikan investor Dubai terhadap Jawa Tengah menunjukkan daerah tersebut masih memiliki daya tarik investasi di tengah dinamika ekonomi global.

“Itulah Jawa Tengah, di saat dunia global yang tidak menentu, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi, termasuk di Dubai yang hari ini datang,” ujar Luthfi.

Ia berharap rencana pembangunan mini refinery di Jepara dapat segera terealisasi dan turut memperkuat pemenuhan kebutuhan energi di Jawa Tengah.

“Harapannya ini bisa terealisasi dan memberikan penguatan terhadap pemenuhan energi di Jawa Tengah,” tandasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |