GAZA, iNews.id - Israel terus membombardir Jalur Gaza meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja mengumumkan kesepakatan gencatan senjata fase kedua. Warga Palestina pun menilai upaya perdamaian tersebut hanya menjadi ilusi karena serangan militer dan pembatasan bantuan kemanusiaan terus berlanjut.
Sedikitnya 19 warga Gaza, termasuk tiga anak dan satu janin, tewas dalam serangkaian serangan Israel sepanjang Minggu hingga Senin (2-3/8/2026). Serangan tersebut dinilai mengacuhkan kesepakatan fase kedua gencatan senjata yang diumumkan Trump bersama Dewan Perdamaian pada Jumat (31/7/2026).
Baca Juga
Trump Umumkan Board of Peace Sepakat Lucuti Senjata Hamas di Gaza
Trump bersama Dewan Perdamaian mengumumkan kesepakatan untuk memasuki fase kedua gencatan senjata Gaza. Hamas disebut telah menerima peta jalan perdamaian secara terperinci. Namun hingga kini Israel belum memberikan komentar resmi mengenai proposal tersebut.
Berlanjutnya serangan Israel, ditambah pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan, membuat banyak warga Gaza memandang gencatan senjata hanya sebagai ilusi. Mereka menilai kondisi tersebut justru semakin memperparah krisis kemanusiaan di wilayah itu.
Baca Juga
Acuhkan Proposal Damai Trump, Israel Terus Gempur Gaza Bunuh Warga
Mengutip laporan Anadolu, tiga anggota keluarga Al Hams tewas ketika serangan udara Israel menghantam apartemen mereka di Al Qarara. Korban adalah Mahmoud Zaki Al Hams (38), istrinya Fatima Al Hams (37), serta putri mereka yang masih kecil. Tiga orang lainnya mengalami luka-luka.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































