TEL AVIV, iNews.id - Para politisi Israel menentang keras perjanjian kerja sama nuklir sipil Amerika Serikat (AS) dengan Arab Saudi. Negara Yahudi itu menilai perjanjian tersebut membuka peluang Saudi membangun reaktor nuklir menggunakan teknologi AS.
Selain itu Saudi dianggap bisa memperkaya uranium secara berlebihan, memicu kekhawatiran baru dimulainya perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.
Baca Juga
Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil
Padahal, kesepakatan yang diberi nama Perjanjian 123 tersebut dan diumumkan oleh Menteri Energi AS Chris Wright pada Rabu (22/7/2026), bertujuan untuk memungkinkan Saudi mengembangkan program nuklir sipil.
Para pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel Katz, maupun Menlu Gideon Saar, sejauh ini belum memberikan komentar resmi. Namun para politisi lain sudah mulai mengungukapkan penolakan.
Baca Juga
Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir
"Perjanjian nuklir yang disepakati dengan Arab Saudi, tanpa sepengetahuan Israel, merupakan kegagalan strategis serius yang membahayakan keamanan kita," kata tokoh oposisi Israel yang juga mantan perdana menteri, Naftali Bennett, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/7/2026).
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































