Jateng Percepat Transformasi Industri Hijau, 18 Finalis Bersaing Raih Penghargaan 2026

9 hours ago 5

Semarang, Infojateng.id Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi sektor industri menuju praktik yang lebih ramah lingkungan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui Penghargaan Industri Hijau Jawa Tengah 2026 yang kini memasuki tahapan penilaian akhir.

Penilaian tahap kedua berlangsung pada 24–25 Juni 2026 di Gedung Merah Putih, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Ajang ini menjadi bentuk apresiasi bagi pemerintah daerah, kawasan industri, hingga pelaku usaha yang dinilai berhasil menerapkan prinsip pembangunan industri berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa penerapan industri hijau telah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, perkembangan pasar global kini semakin mengedepankan produk yang dihasilkan melalui proses produksi yang memperhatikan aspek lingkungan.

“Industri hijau bukan lagi sebuah pilihan, tetapi menjadi keharusan. Dunia sudah bergerak ke arah industri yang lebih ramah lingkungan, sehingga kita juga harus mampu beradaptasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah negara mulai menerapkan standar lingkungan yang ketat terhadap produk impor. Karena itu, industri di Jawa Tengah perlu meningkatkan penggunaan energi bersih serta menekan emisi agar mampu bersaing di pasar internasional.

Dalam proses penilaian, tim juri menitikberatkan pada sejumlah indikator, di antaranya pengendalian emisi udara, efisiensi penggunaan energi, hingga pemanfaatan energi baru dan terbarukan dalam kegiatan produksi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan sebanyak 70 peserta mengikuti seleksi administrasi. Peserta berasal dari berbagai kategori, meliputi pemerintah daerah, kawasan industri, industri besar dan menengah, serta industri kecil.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 peserta lolos ke tahap pertama. Setelah melalui proses seleksi lanjutan, tersisa 18 peserta yang berhak mengikuti penilaian tahap kedua.

Lima pemerintah daerah yang masuk tahap akhir yakni Kabupaten Grobogan, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Demak, Kota Surakarta, dan Kabupaten Magelang.

Untuk kategori kawasan industri terdapat Kawasan Industri Wijaya Kusuma, Kawasan Industri Kendal, serta Kawasan Industri Terpadu Batang.

Adapun kategori industri besar dan menengah diikuti PT Sango Keramik Indonesia, PT Selalu Cinta Indonesia, PT Semen Grobogan, PT Semen Gresik, dan PT Papro Tbk.

Sedangkan kategori industri kecil diisi oleh PT Ozi Batik dari Kota Pekalongan, CV Gemilang Kencana dari Kabupaten Wonosobo, PT Pradi Praja Agra Indolan dari Kabupaten Purworejo, Krafti Safi dari Kota Surakarta, serta CV Batik Gemilang Lawang dari Kabupaten Semarang.

Menurut Emmy, hasil penilaian tahap kedua akan menghasilkan tiga nominasi terbaik di setiap kategori. Selanjutnya, penentuan juara pertama akan dilakukan melalui penilaian akhir oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah guna menjaga objektivitas proses penghargaan.

“Melalui penghargaan ini kami berharap semakin banyak daerah maupun pelaku usaha yang terdorong menerapkan konsep industri hijau sehingga daya saing industri Jawa Tengah semakin meningkat sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (one/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |