Keluarga Diraja Brunei Siap Investasi di Jateng, Energi Terbarukan Jadi Fokus Awal

14 hours ago 6

Semarang, infojateng.id – Provinsi Jawa Tengah menerima kunjungan kehormatan dari keluarga Diraja Brunei Darussalam, Pengiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah, guna menindaklanjuti rencana investasi di sejumlah sektor strategis, Kamis (5/2/2026).

Dalam pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, kedua pihak membahas secara lebih rinci peluang kerja sama, termasuk penandatanganan letter of intent investasi pada sektor energi terbarukan.

Ketertarikan investasi Brunei Darussalam di Jawa Tengah mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain pengolahan sampah, pertanian, energi terbarukan, serta sektor pendukung pembangunan berkelanjutan.

Minat tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam pertemuan antara Pengiran Muda Abdul Qawi dan Gubernur Ahmad Luthfi pada akhir Desember 2025.

Kunjungan kali ini menjadi kelanjutan dari pertemuan tersebut, sekaligus membahas secara lebih rinci rencana teknis hingga skema investasi yang akan direalisasikan.

Selain melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi potensial, rombongan Brunei Darussalam juga melakukan penandatanganan letter of intent terkait rencana investasi pada sektor energi terbarukan.

Gubernur mengatakan, Jawa Tengah memiliki wilayah yang luas dengan 35 kabupaten/kota, sehingga memerlukan eksplorasi investasi yang berkelanjutan guna mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

“Karena itu, kami menyampaikan terima kasih atas minat investasi yang disampaikan oleh Pengiran Muda Abdul Qawi,” ujar Ahmad Luthfi di ruang kerja.

Dikatakan, pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia mencapai kondisi nol sampah pada 2029.

Pemerintah daerah, kata dia, dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menangani persoalan sampah. Salah satunya dengan menggandeng investor.

“Saat ini pengelolaan sampah yang sudah berjalan antara lain di Banyumas Raya dengan sistem RDF, kemudian Pekalongan Raya. Solo Raya masih menjadi tantangan dan sudah kami komunikasikan dengan Wali Kota Solo,” kata Ahmad Luthfi.

Untuk sektor energi terbarukan, Ahmad Luthfi menawarkan optimalisasi sejumlah waduk di Jawa Tengah, serta pengembangan energi bersih guna mendukung Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan kawasan industri lainnya.

Khusus untuk KITB, komunikasi dengan pengelola kawasan telah dilakukan dan kini menunggu langkah strategis lanjutan.

“KITB merupakan kawasan industri terbesar yang kami miliki. Di sana sudah terintegrasi antara industri, pariwisata, dan perumahan, serta rencana pembangunan dry port. Ini menjadi peluang investasi yang sangat bagus,” ujarnya.

Ahmad Luthfi juga menyampaikan, jika memungkinkan akan berencana melakukan kunjungan balasan ke Brunei Darussalam di masa mendatang.

Selain untuk penandatanganan kerja sama, kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk bertemu dengan para pekerja migran asal Jawa Tengah yang bekerja di Brunei Darussalam.

Pengiran Muda Abdul Qawi mengungkapkan, selama berada di Jawa Tengah, ia telah mengunjungi sejumlah lokasi, termasuk Candi Borobudur yang terakhir kali dikunjunginya sekitar 20 tahun lalu.

Terkait potensi kerja sama, ia juga telah mengajak sejumlah delegasi untuk membahas aspek teknis investasi dengan dinas dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Hingga akhir 2025, nilai investasi Brunei Darussalam di Jawa Tengah tercatat sekitar Rp 5 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan awal yang positif terhadap iklim investasi di Jawa Tengah.

Ke depan, peluang perluasan investasi Brunei Darussalam terus dijajaki, mencakup sektor agroindustri, rantai pasok pangan halal, perikanan terpadu, cold chain logistics, serta layanan kesehatan berkonsep ramah lingkungan. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |