Keresahan Siswa Berujung Inovasi, Tong Sampah Otomatis Hadir Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten 2026

8 hours ago 3

Klaten, infojateng.id – Keresahan sederhana di lingkungan sekolah mendorong siswa SD Muhammadiyah Klaten Utara menciptakan sebuah inovasi.

Mereka membuat Toska atau Tong Sampah Keren Automatis berbasis Arduino untuk memudahkan siswa membuang sampah tanpa harus menyentuh tutup tempat sampah.

Inovasi tersebut menjadi salah satu karya yang dipamerkan dalam Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten 2026 di Grha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung hingga Kamis (6/8/2026) dan menampilkan puluhan karya inovasi dari siswa maupun sekolah di Kabupaten Klaten.

Salah satu anggota tim penggagas Toska, Alea, siswa kelas VI SD Muhammadiyah Klaten Utara, mengatakan ide tersebut berawal dari kebiasaan sejumlah siswa yang enggan menyentuh tutup tempat sampah karena khawatir tangan mereka kotor.

“Banyak siswa yang khawatir tangannya kotor karena membuka tong sampah. Ini yang jadi ide kami membuat Toska,” kata Alea.

Toska dirancang menggunakan papan mikrokontroler Arduino Uno yang dipadukan dengan sensor. Sistem tersebut memungkinkan tutup tong sampah terbuka secara otomatis ketika tangan pengguna didekatkan ke sensor.

“Cukup mendekat ke sensor, nanti motornya akan membuka tutup tong sampah,” ujar Alea.

Menurut dia, inovasi tersebut diharapkan dapat membuat siswa lebih mudah membuang sampah sekaligus mendorong kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten 2026 sendiri menghadirkan 61 stan yang menampilkan berbagai karya. Inovasi yang dipamerkan tidak hanya berupa teknologi, tetapi juga mencakup program literasi, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan metode pembelajaran.

Salah satunya adalah Gerakan Bersama Literasi Terintegrasi Orangtua dari SD Negeri 1 Bonyokan, Kecamatan Jatinom. Program tersebut mendorong keterlibatan orang tua dalam meningkatkan budaya literasi siswa melalui kegiatan berbasis daring.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi berbagai inovasi yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Menurut dia, inovasi pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan teknologi. Lebih dari itu, inovasi harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, inklusif, serta sesuai dengan perkembangan zaman.

“Inovasi di bidang pendidikan menurut saya hari ini bukan sekadar kemewahan teknologi belaka, melainkan sebuah kebutuhan dasar untuk bisa menciptakan atmosfer belajar yang lebih menyenangkan, inklusif, relevan, serta mampu melahirkan generasi sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Hamenang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Titin Windiyarsih mengatakan Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten 2026 melibatkan perwakilan SD dari 26 Koordinator Wilayah Pendidikan serta 65 SMP.

Beragam inovasi ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Green School Motivation, Eco Scanner Edukasi untuk pengelolaan sampah organik berbasis QR Code, serta berbagai inovasi pembelajaran lainnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |