JAKARTA, iNews.id – Fenomena kesurupan massal yang terjadi di sekolah, pabrik, hingga pesantren kerap dianggap sebagai gangguan makhluk halus. Namun, menurut sains, kesurupan juga dapat "menular" melalui mekanisme psikologis yang dikenal sebagai social contagion atau penularan sosial.
Guru Besar MIPA Universitas Indonesia (UI), Prof. Agustino Zulys, menjelaskan bahwa kesurupan massal bukan sekadar fenomena mistis. Dalam psikologi modern, kondisi tersebut dikenal sebagai Dissociative Trance Disorder, yakni gangguan yang ditandai dengan perubahan kesadaran, hilangnya kontrol sementara terhadap perilaku, hingga amnesia sesaat setelah seseorang kembali sadar.
Baca Juga
Pelaku Tabrak Lari di Pasteur Bandung Ditangkap di Majalengka, Akui Kabur karena Panik
Menurut dia, kondisi tersebut umumnya dipicu oleh tekanan psikologis yang berlangsung dalam waktu lama, seperti konflik batin, kecemasan, dan stres yang tidak tersalurkan.
«"Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami kesurupan patologis umumnya memiliki tekanan psikologis yang lama, konflik batin, kecemasan, serta mekanisme pertahanan diri yang akhirnya meledak dalam bentuk disosiasi," jelas Prof. Zulys, dikutip Jumat (10/7/2026).»
Baca Juga
Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dilimpahkan ke Kejagung, Ini Reaksi KPK
Prof. Zulys mengatakan, salah satu alasan kesurupan dapat terjadi secara massal adalah adanya fenomena social contagion. Dalam kondisi tertentu, emosi seseorang dapat memengaruhi orang lain yang berada dalam lingkungan yang sama.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































