JAKARTA, iNews.id - Fenomena erep-erep atau ketindihan saat tidur masih kerap dikaitkan dengan hal mistis. Sensasi tubuh mendadak kaku, dada terasa berat, hingga sulit bergerak sering dianggap sebagai ulah makhluk gaib.
Padahal, secara medis, fenomena tersebut dikenal sebagai sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Kondisi ini terjadi ketika kesadaran seseorang sudah terbangun, tetapi tubuh masih berada dalam mekanisme tidur tertentu sehingga otot belum dapat digerakkan secara normal.
Baca Juga
Pengusaha Pengelasan Bersatu Bentuk APPI, Dorong Bengkel Las Naik Kelas
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan ketindihan tidak berkaitan dengan roh jahat. Menurut dia, kondisi tersebut merupakan ketidakselarasan sementara antara kesadaran otak dan kendali otot.
"Bukan roh jahat yang dudukin dada kalian pas ketindihan. Itu otot yang lagi gak mau nurut sama otak," ujar dr Cecep melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga
Kronologi Penembakan di Festival Lembah Baliem, 2 Orang Dilarikan ke RS
Dia menjelaskan, sleep paralysis berkaitan dengan fase Rapid Eye Movement (REM), yakni tahap tidur ketika seseorang paling sering mengalami mimpi. Pada fase ini, otak secara alami menghambat aktivitas otot rangka agar tubuh tidak mengikuti gerakan yang terjadi dalam mimpi.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































