Semarang, infojateng.id – Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) Jawa Tengah resmi menggelar Pelatihan Pelatih Bulu Tangkis Tingkat Provinsi. Agenda strategis ini dipusatkan di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Banyumanik, Kota Semarang.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan PBSI Jateng untuk terus menstandardisasi dan meningkatkan kualitas para arsitek lapangan di tingkat basis (klub dan kabupaten/kota), guna menjaga mata rantai prestasi bulu tangkis Jawa Tengah di kancah nasional maupun internasional.
Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov PBSI Jateng, Dr. Iswoyo, S.Pt., M.P., menjelaskan bahwa demi efektivitas dan kedalaman materi, pelatihan ini sengaja dibagi ke dalam tiga tahap berdasarkan pembagian Koordinasi Wilayah (Korwil).
Tahap pertama resmi bergulir mulai hari ini, 25 hingga 28 Juni 2026, yang diperuntukkan bagi para pelatih di bawah naungan Korwil Semarang dan Korwil Pekalongan.
Selanjutnya, pelatihan tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada 9–12 Juli 2026 untuk menyasar wilayah Korwil Pati dan Korwil Solo. Rangkaian program ini akan ditutup pada tahap ketiga yang menyasar Korwil Kedu dan Korwil Banyumas pada 16–19 Juli 2026 mendatang.
“Peserta merupakan utusan resmi dari Pengurus Kabupaten (Pengkab) dan Pengurus Kota (Pengkot) PBSI di seluruh Jawa Tengah, yang disesuaikan dengan zonasi korwil masing-masing,” ujar Iswoyo saat memberikan keterangan di sela-sela acara pembukaan pelatihan tahap I, Kamis (25/6).
Iswoyo menambahkan, standardisasi pelatih sangat krusial karena merekalah ujung tombak yang berhadapan langsung dengan bibit-bibit muda di daerah. Tanpa fondasi kepelatihan yang benar dan mutakhir, bakat alami yang dimiliki atlet muda tidak akan bisa berkembang secara maksimal.
Guna memastikan bobot pelatihan berada pada standar tertinggi, Pengprov PBSI Jateng menurunkan jajaran pemateri kelas satu yang memadukan keahlian teknis dunia dan kepakaran akademis. Bertindak langsung sebagai tutor utama dalam program ini adalah Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng sendiri, Basri Yusuf, serta akademisi senior Prof. Dr. FX Sugiyanto, M.Pd.
Basri Yusuf dikenal luas memiliki rekam jejak panjang dalam dunia kepelatihan internasional dan pengembangan sistem olahraga, sementara Prof. FX Sugiyanto membawa perspektif sport science (ilmu olahraga) modern yang sangat dibutuhkan untuk menyusun program latihan yang efektif, aman, dan terukur bagi atlet masa depan Jawa Tengah.
Melalui pelatihan intensif ini, para peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang sertifikat formal, melainkan juga pemahaman baru mengenai metodologi kepelatihan modern, psikologi atlet, hingga penerapan ilmu olahraga/sport science demi mendongkrak performa atlet lokal menuju pentas dunia.(lut/redaksi)

8 hours ago
5

















































