Korban Hipotermia di Gunung Bawakaraeng Berpotensi Melonjak, 3.000 Pendaki Masih di Puncak

6 days ago 3

GOWA, iNews.idTim SAR gabungan memperingatkan potensi lonjakan korban hipotermia di Puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

Pasalnya, cuaca ekstrem yang menerjang kawasan pegunungan tersebut mengancam keselamatan lebih dari 3.000 pendaki yang hingga kini masih bertahan di Pos 10 puncak Gunung Bawakaraeng usai mengikuti upacara HUT ke-81 RI. 

26 Pendaki Dievakuasi usai Upacara HUT RI di Gunung Bawakaraeng, 1 Cedera Tulang Belakang

Baca Juga

26 Pendaki Dievakuasi usai Upacara HUT RI di Gunung Bawakaraeng, 1 Cedera Tulang Belakang

Hingga Selasa (18/8/2026), tercatat sedikitnya 31 pendaki telah mengalami gangguan kesehatan berat, mulai dari hipotermia akut hingga cedera kaki. 

Komandan Rescuer Basarnas Makassar, Darul Astiyadi, memperkirakan jumlah korban yang membutuhkan pertolongan medis masih akan terus bertambah seiring memburuknya kondisi cuaca dan penurunan suhu yang signifikan di atas puncak. 

Dramatis! Evakuasi Jasad 2 Pendaki Gunung Piramid Bondowoso dari Jurang 60 Meter

Baca Juga

Dramatis! Evakuasi Jasad 2 Pendaki Gunung Piramid Bondowoso dari Jurang 60 Meter

"Diperkirakan jumlah pendaki yang mengalami hipotermia akan terus bertambah, melihat kondisi cuaca di puncak Gunung Bawakaraeng sangat ekstrem. Apalagi masih ada lebih dari tiga ribu pendaki yang berada di Pos 10," ujar Darul Astiyadi, Selasa (18/8/2026). 

Petugas SAR di lapangan terus memberikan imbauan secara berkala menggunakan pengeras suara agar para pendaki tidak memaksakan diri bertahan jika kondisi fisik mulai menurun, serta aktif memantau kondisi rekan serombongan.

Evakuasi Dramatis 31 Pendaki

Eskalasi jumlah korban terus merambat naik sejak Minggu (16/8/2026) malam yang berawal dari laporan 26 orang, hingga melonjak menjadi 31 pendaki pada Selasa siang. 

Dari total 31 korban tersebut, sebanyak 30 pendaki berhasil dievakuasi secara bertahap oleh Tim SAR gabungan. Proses evakuasi berlangsung dramatis lantaran petugas harus menandu para korban menembus jalur perbukitan yang amat terjal, licin, dan berdampingan dengan jurang curam.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |