Jepara, infojateng.id – Langit Januari 2026 di Bumi Kartini sedang tidak bersahabat. Rentetan cuaca ekstrem, mulai dari petir yang menggelegar hingga angin kencang yang menderu meninggalkan duka bagi sejumlah warga.
Namun, di tengah puing atap yang roboh dan dinding yang menghitam karena kobaran api, secercah harapan datang melalui uluran tangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara.
BAZNAS Jepara menyalurkan bantuan kepada para penyintas bencana pada Selasa (20/1/2026).
Langkah ini menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat kembali mengalir untuk mereka yang sedang diuji titik nadirnya.
Di Desa Kedungcino, Kecamatan Jepara, Matsari warga RT 07 RW 03 masih mengingat betul bagaimana kilatan cahaya maut menyambar kediamannya. Rumahnya mengalami kerusakan serius setelah dihantam petir.
Tidak jauh dari situ, nasib serupa menimpa Santoso. Senin (12/1/2026) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, saat sebagian besar warga terlelap, suara gemuruh hujan dan angin kencang berubah menjadi petaka bagi Santoso.
Bagian dapur rumahnya roboh seketika. Bahkan, bangunan utama rumahnya juga terdampak dan nyaris juga roboh.
“Terima kasih kami sampaikan, bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk membantu biaya perbaikan rumah kami,” ungkap Matsari saat mengambil bantuan di Kantor BAZNAS Jepara.
Duka paling dalam mungkin dirasakan oleh Siti Mufidah, warga Desa Sowan Kidul Kecamatan Kedung. Pada Jumat, (9/1/2026) pagi sekitar pukul 05.30 WIB menjadi hari yang kelabu.
Korsleting listrik memicu percikan api yang fatal karena menyambar bensin di dalam rumah yang ia akan jajakan.
Dalam sekejap, si jago merah melalap habis huniannya. Tak hanya kehilangan tempat tinggal, dua unit sepeda motor miliknya kini hanya menyisakan kerangka besi yang menghitam.
Kehadiran BAZNAS di sini bukan sekadar memberi bantuan materi, tapi juga dukungan moral bahwa ia tidak sendirian menghadapi musibah ini.
Cuaca ekstrem juga merobohkan rumah M. Zahudi di Desa Jambu, Mlonggo. Atap rumahnya ambruk saat hujan deras pada Jumat sore.
Beruntung, saat kejadian Zahudi sedang tidak berada di rumah. Saat itu sedang menunggui sang istri yang sedang di rawat di rumah sakit.
Saat ia pulang pada sekitar pukul 15.15 WIB, atap rumahnya telah ambrol bersamaan dengan guyur hujan dan angin kencang yang melanda.
“Beberapa hari sebelum kejadian memang di rumah sakit karena istri dirawat mau ngambil pen, tetapi saat balik itu rumah sudah rusak,” kata Zahudi penuh kesedihan.
Nasib serupa dialami Partini dan Ali Usman, dua warga Desa Pancur, Kecamatan Mayong. Rumah mereka yang berdiri berjejeran roboh secara bersamaan pada Rabu (14/1/2026) lalu akibat terjangan cuaca buruk.
Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara Sholih menyampaikan jika penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program Jepara Peduli BAZNAS Jepara.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban biaya renovasi rumah dan kebutuhan mendesak para korban.
“Bantuan ini bersumber dari Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang dikelola oleh BAZNAS. Amanah ini harus segera disampaikan, terutama bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah seperti ini,” ujar Sholih. (eko/redaksi)

2 days ago
8

















































