Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Ajak Siswa SMKN 1 Semarang Lebih Berani Lawan Pelecehan Seksual

18 hours ago 8

Semarang, Infojateng.id – Isu pelecehan seksual masih menjadi persoalan yang sering terjadi, baik di dunia nyata maupun media digital. Karena itu, mahasiswa Semester 6 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar sosialisasi bertajuk “Anti Pelecehan Seksual” dengan slogan “Diriku Tidak Sepenuhnya Milikmu” di SMK Negeri 1 Semarang, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini merupakan bagian dari proyek akhir mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas yang diampu oleh Retno Manuhoro Setyowati, S.Sos., M.I.Kom.

Sebanyak 43 siswa dari kelas Broadcasting 1 dan Broadcasting 2 mengikuti kegiatan tersebut. Suasana sosialisasi berlangsung santai, interaktif, dan jauh dari kesan membosankan. Para peserta terlihat aktif berdiskusi, bertanya, bahkan berbagi pengalaman dan pandangan mereka terkait isu pelecehan seksual yang kerap muncul di lingkungan sekitar maupun media sosial.

Agar materi lebih mudah dipahami, tim mahasiswa menghadirkan permainan edukatif yang seru dan interaktif. Dalam permainan tersebut, siswa diminta mengidentifikasi berbagai contoh perilaku, ucapan, atau tindakan yang termasuk pelecehan seksual dan yang bukan.

Lewat cara ini, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak berpikir kritis tentang situasi yang sering dianggap “biasa saja”, padahal sebenarnya termasuk bentuk pelecehan seksual.

Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar siswa mampu memahami dan mengenali berbagai bentuk pelecehan seksual, termasuk yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari maupun ruang digital. Antusiasme mereka selama mengikuti permainan juga menjadi bukti bahwa edukasi bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan tanpa kehilangan pesan pentingnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi USM ingin mengajak generasi muda untuk lebih sadar bahwa setiap orang memiliki hak atas tubuh dan batasan pribadinya. Slogan “Diriku Tidak Sepenuhnya Milikmu” menjadi pengingat bahwa menghargai persetujuan (consent), menjaga batasan personal, dan berani menolak segala bentuk pelecehan seksual adalah tanggung jawab bersama.

Diharapkan, sosialisasi ini dapat menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan saling menghargai. Sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa juga bisa berperan sebagai agen perubahan melalui edukasi yang dekat dengan kehidupan anak muda. (one/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |