BANJARNEGARA, iNews.id – Kondisi memprihatinkan menimpa madrasah ibtidaiyah atau MI Cokroaminoto di Desa Luwung, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara. Dua tahun berturut-turut, sekolah dasar tersebut tidak mendapat siswa baru.
Selain dipicu tidak adanya lulusan Taman Kanak-Kanak (TK) di desa tersebut, letak geografis dan ketatnya persaingan antarsekolah membuat madrasah swasta ini kian terjepit.
Baca Juga
Seru! Siswa SD di Sidoarjo Disiram Air Damkar saat MPLS lalu Terbangkan Balon Cita-Cita
Dampak dari minimnya peminat ini sebenarnya sudah dirasakan pihak sekolah sejak beberapa tahun terakhir. Pada tahun ajaran lalu saja, MI Cokroaminoto tercatat hanya bisa menjaring satu orang siswa baru.
Akibat akumulasi penurunan jumlah pendaftar tersebut, total murid yang mengeyam pendidikan di sekolah ini dari kelas satu hingga kelas enam kini hanya tersisa 6 siswa saja.
Baca Juga
SD di Jombang Ini Hanya Dapat 1 Siswa Baru, Belajar di Kelas seperti Les Privat
Pihak sekolah mengaku kesulitan menghadapi persaingan dengan sekolah-sekolah lain baik negeri maupun swasta yang saat ini lebih menjadi pilihan utama para orang tua di sekitar kecamatan.
Meski jumlah muridnya sangat minim, semangat belajar-mengajar di madrasah ini tidak lantas padam. Keterbatasan fasilitas dan jumlah teman tidak menghalangi para siswa untuk menorehkan prestasi di bidang non-akademik.
"Walaupun murid kami sedikit, anak-anak di sini tetap semangat. Bahkan salah satu siswa kami, Ahmad Azam, berhasil membuktikan diri dengan meraih juara tenis meja di tingkat kecamatan," ujar Kepala MI Cokroaminoto Luwung, Parsini, Kamis (16/7/2026).
Kebijakan Pemerataan Siswa
Hingga saat ini, pihak manajemen MI Cokroaminoto menegaskan masih tetap membuka posko pendaftaran bagi siswa baru yang ingin masuk secara susulan.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































