Jepara, infojateng.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara resmi memulai proses pembukaan Kotak Sedekah yang tersebar di seluruh kantor balai desa di wilayah Kabupaten Jepara pada Juni 2026.
Agenda berkala yang digelar setiap enam bulan sekali ini mencatatkan perolehan dana yang cukup signifikan guna menunjang berbagai program sosial kemasyarakatan di tingkat desa.
Hingga Senin (22/6/2026), total dana yang berhasil dihimpun dari Kotak Sedekah tersebut telah menyentuh angka Rp143.483.000. Sebagai catatan, pada tahun 2025 lalu, total dana dari sektor ini berhasil mencapai sekitar Rp603.225.500, atau menyumbang sekitar 3,91 persen dari total penghimpunan BAZNAS Jepara.
Sejumlah desa tercatat memberikan kontribusi yang menonjol dalam penghimpunan periode ini. Posisi teratas ditempati oleh Pemerintah Desa Mayong Lor yang berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp8,9 juta, disusul oleh Desa Kedungleper (Kecamatan Bangsri) sebesar Rp6,2 juta.
Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Batealit, Desa Ngasem mencatatkan perolehan Rp5,8 juta dan Desa Raguklampitan memperoleh Rp5,7 juta.
Tingginya angka penghimpunan di beberapa desa tersebut tidak lepas dari komitmen serta inovasi yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat dalam mengajak masyarakat berbagi.
Modin Raguklampitan, Mohammad Sholeh, mengungkapkan bahwa pihaknya aktif mengedukasi warga yang sedang mengurus administrasi di balai desa untuk menyisihkan sebagian rezekinya. Tak hanya warga, komitmen kuat juga datang dari internal internal perangkat desa.
“Kami memang sudah bersepakat, tiap bulan perangkat desa sudah rutin bersedekah ke BAZNAS. Termasuk, kami juga terus mendorong warga agar bersedekah melalui Kotak Sedekah dari BAZNAS yang disediakan,” ujar Sholeh.
Senada dengan hal tersebut, Petinggi Desa Kedungleper, Makmun, menjelaskan bahwa penempatan Kotak Sedekah di ruang pelayanan publik yang strategis menjadi kunci utama optimalnya penghimpunan dana.
“Kotak ini kami tempatkan di ruang pelayanan, sehingga saat ada warga yang datang, kami sarankan untuk mengisi seikhlasnya. Terutama, imbauan ini kami sampaikan saat ada warga yang sedang mengurus izin keramaian atau hajat,” jelas Makmun.
Melihat potensi besar ini, Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara, M. Nasrullah Huda, mendorong seluruh pemerintah desa (pemdes) di Jepara untuk lebih aktif mengoptimalkan penghimpunan di sisa waktu bulan Juni ini. Pria yang akrab disapa Gus Huda ini mengapresiasi desa-desa yang telah menunjukkan hasil maksimal.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen dari perangkat desa yang telah berjalan baik. Di sisa waktu penghimpunan periode Juni ini, kami mendorong seluruh pemerintah desa untuk semakin mengoptimalkan keberadaan Kotak Sedekah tersebut,” tutur Gus Huda, Selasa (23/6/2026).
Gus Huda menegaskan bahwa seluruh dana Kotak Sedekah yang berhasil dihimpun akan dikembalikan sepenuhnya atau 100 persen ke desa asal untuk kemaslahatan warga setempat, seperti agenda santunan anak yatim dan kaum dhuafa saat momentum Sedekah Bumi.
Namun, ia menekankan pentingnya aspek akuntabilitas dan transparansi dalam pemanfaatan dana tersebut.
“Dana Kotak Sedekah yang dihimpun di masing-masing desa akan dikembalikan penuh 100 persen ke desa tersebut. Hanya saja, untuk pengajuan distribusi atau pencairannya, harus dilengkapi dengan perencanaan penggunaan yang jelas agar peruntukannya terukur dan tepat sasaran,” pungkasnya. (eko/redaksi)

7 hours ago
5

















































