JAKARTA, iNews.id - Tato semakin populer sebagai bagian dari gaya hidup dan bentuk ekspresi diri. Namun, sebelum memutuskan merajah tubuh secara permanen, ada baiknya memahami terlebih dahulu fakta medis di balik mengapa tinta tato bisa bertahan seumur hidup di kulit.
Selama ini, banyak orang mengira permanennya tato terjadi karena tinta yang menempel kuat dan mengendap di lapisan kulit. Padahal, menurut penjelasan medis, penyebabnya bukan sekadar sifat tinta, melainkan melibatkan sistem kekebalan tubuh yang terus bekerja selama bertahun-tahun.
Baca Juga
DPRD Kota Bandung: Dokumen Ganda Hambat Smart City dan Tingkatkan Timbulan Sampah
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Adam Prabata, mengungkapkan bahwa tato dapat bertahan lama karena adanya siklus peradangan kronis yang melibatkan sel-sel imun di bawah kulit. Penjelasan tersebut dia sampaikan melalui akun Threads miliknya dengan mengacu pada penelitian ilmiah Danish study of twins berjudul Tattoo ink exposure is associated with lymphoma and skin cancers.
"Tato bisa dibilang 'permanen' bukan karena tintanya melekat selamanya di kulit, melainkan karena ada siklus peradangan kronis yang terus berulang, melibatkan sel-sel imun di bawah kulit," tulis dr Adam, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga
Kejagung Minta Maaf Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan
Dia menjelaskan, ketika jarum tato menusuk kulit, tubuh langsung menganggapnya sebagai luka sekaligus masuknya benda asing. Respons alami sistem imun pun segera aktif untuk mengatasi kondisi tersebut.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































