Pemerintah Tak Ingin Terapi Sel Hanya Bisa Diakses Orang Kaya

5 hours ago 1

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti tantangan pengembangan terapi sel atau stem cell di Indonesia. Pemerintah tidak ingin terapi yang berkembang dari hasil riset tersebut nantinya hanya bisa dinikmati masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia mengatakan, tantangan utama pengembangan terapi sel adalah menerjemahkan hasil penelitian di laboratorium menjadi terapi yang aman dan efektif untuk digunakan pasien.

Detik-Detik Perempuan di Polman Tewas Diduga Usai Aborsi, Kekasih Ditangkap saat Bungkus Jasad

Baca Juga

Detik-Detik Perempuan di Polman Tewas Diduga Usai Aborsi, Kekasih Ditangkap saat Bungkus Jasad

Menurut Lucia, sebelum diterapkan dalam pelayanan kesehatan, terapi sel harus melalui pembuktian ilmiah terkait aspek keamanan dan efektivitasnya.

“Tantangan terbesar pertama tentunya adalah bagaimana kita mentranslasikan dari riset menjadi pelayanan kesehatan. Kalau kita mau memasukkan ke dalam pelayanan kesehatan atau terapi di pelayanan kesehatan, ini tentunya pertama safety dan efikasi tadi saya sudah sampaikan harus terbukti,” ujar Lucia dalam ACTO-ASPI 2026 Annual Meeting di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Bangladesh Minta Final FIFA ASEAN Cup Diubah demi Lawan Brasil, Timnas Indonesia Ikut Terdampak

Baca Juga

Bangladesh Minta Final FIFA ASEAN Cup Diubah demi Lawan Brasil, Timnas Indonesia Ikut Terdampak

Selain keamanan dan efektivitas, Kemenkes juga menilai keterjangkauan menjadi persoalan penting dalam pengembangan terapi *stem cell*. Pemerintah ingin kemajuan teknologi tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |