Pemprov Jateng Gelar Operasi Pasar – GPM Intervensi Harga Pangan Pokok

15 hours ago 9

Kabupaten Semarang, infojateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Semarang Ngesti Nugraha, meninjau Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (20/2/2026).

Tinjauan dilakukan untuk memastikan stok dan harga bahan pokok penting (bapokting) tetap terjaga selama Ramadan.

Dalam tinjauan itu, Luthfi berkeliling pasar, lalu berdialog dengan sejumlah pedagang dan pengunjung. Luthfi menanyakan mengenai harga komoditas pangan.

Berdasarkan tinjauan yang dilakukan, harga pangan relatif terkendali di pasar Projo. Namun terdapat kenaikan harga pada beberapa bahan pokok penting.

Misalnya cabai rawit merah dan bawang merah. Harga dua komoditas tersebut berada di atas harga acuan pembelian (HAP).

Di tengah-tengah tinjauan, Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan kepada Direktur Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk melakukan operasi pasar, untuk mengintervensi harga komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga.

“Koordinasi dengan dinas atau instansi terkait,” kata Luthfi setelah mendengar informasi dari pedagang.

Adapun untuk memastikan stok pangan, stabilitas harga, dan keterjangkauan harga bahan pangan, Ahmad Luthfi melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi akan menggelar 308 kali Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kegiatan tersebut akan diselenggarakan sampai Maret 2026 di seluruh kabupaten/kota.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini mengatakan, Jawa Tengah mengalami surplus pangan dalam jumlah besar, khususnya beras. Namun ada peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan ini.

“Memasuki bulan ramadan, 12 komoditas pangan strategis di Jawa Tengah stoknya semua masih aman,” kata Rini.

Dia menjelaskan, memang ada kenaikan harga pangan dalam beberapa minggu terakhir, khususnya memasuki bulan ramadan.

Salah satu komoditas yang naik secara signifikan adalah cabai, di mana harga rata-rata di Provinsi Jawa Tengah sekitar Rp80 ribu per kilogram di tingkat konsumen.

“Juga ada peningkatan beberapa komoditas pangan di tingkat konsumen seperti daging ayam dan daging sapi. Sudah mulai naik tapi belum sampai batas HAP, jadi masih aman,” jelasnya.

Terkait kenaikan harga cabai dan beberapa komoditas penting itu, kata Rini, juga dipengaruhi oleh peningkatan permintaan dari luar Jawa Tengah, khususnya dari Jakarta.

Pasalnya, Harga cabai di Jakarta saat ini menyentuh sekitar Rp100 ribu per kilogram, sehingga banyak pedagang yang mengirim ke sana.

“Akibatnya harga di Jawa Tengah ikut naik juga, meskipun tidak signifikan seperti di Jakarta,” ujarnya.

Untuk mengatasi kenaikan harga cabai tersebut, Pemprov telah melakukan sejumlah intervensi. Salah satunya adalah subsidi harga tingkat konsumen.

“Kita melakukan penugasan melalui JTAB, dengan menjual cabai dengan harga Rp65 ribu per kilogram, supaya masyarakat atau konsumen lebih bisa menjangkau,” katanya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |