Perizinan dan Sanitasi Jadi Fokus Evaluasi Program MBG di Batang

4 hours ago 3

Batang, infojateng.id — Masa libur sekolah dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui Satuan Tugas (Satgas) MBG, pemkab akan meninjau berbagai aspek pelaksanaan program, mulai dari perizinan, standar sanitasi, hingga operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Batang, Suyono, mengatakan seluruh distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah dihentikan sementara selama masa liburan sekolah.

“Mulai hari ini tidak beroperasi karena hari libur sekolah anak-anak. Berarti sepanjang libur ini tidak ada pengiriman MBG untuk anak-anak didik,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (23/6/2026).

Menurut Suyono, penghentian sementara aktivitas program menjadi momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.

Dalam waktu dekat, Satgas MBG akan mengundang para koordinator wilayah (Korwil) SPPG guna membahas berbagai persoalan yang muncul selama program berjalan.

“Sebagai Ketua Satgas, nanti saya akan mengundang Korwil SPPG untuk berdiskusi mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan di tengah dinamika dan gejolak yang berkembang di masyarakat,” katanya.

Evaluasi akan mencakup kepatuhan terhadap petunjuk teknis (juknis), kesiapan sarana dan prasarana, serta legalitas operasional SPPG yang telah berjalan maupun yang masih dalam tahap pembangunan.

Suyono menegaskan, pemerintah daerah tidak menginginkan adanya penambahan unit SPPG yang beroperasi tanpa memenuhi ketentuan dan standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Jangan sampai ada penambahan yang baru tetapi tidak sesuai dengan juknis. Semua harus dievaluasi agar tidak terjadi hal-hal yang bertentangan dengan aturan,” tegasnya.

Terkait kelengkapan syarat administrasi dan pemenuhan standar sanitasi, Satgas mengaku masih mengompilasi data dari instansi terkait. Ada kiriman dari Dinas Kesehatan, tapi saya belum baca secara keseluruhan.

“Langkah evaluasi ini kian mendesak setelah Satgas MBG mengonfirmasi adanya 11 unit SPPG yang saat ini mogok alias tidak beroperasi dari total sekitar 97 SPPG yang tersebar di Kabupaten Batang,” ungkapnya.

Suyono juga menyebutkan, penyebab utama mandeknya belasan unit tersebut menjadi salah satu agenda prioritas yang akan dibongkar selama masa libur sekolah ini.

“Penyebab utama mengapa ada SPPG yang tidak beroperasi akan menjadi salah satu fokus evaluasi kami,” ujar Suyono.

Melalui pembenahan menyeluruh ini, Pemerintah Kabupaten Batang berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih tertib, memenuhi standar higienitas, serta memberikan manfaat maksimal bagi para siswa ketika kegiatan belajar mengajar kembali dimulai setelah libur sekolah berakhir. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |