Salatiga, infojateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) dengan memperkuat implementasi Si Landak (Sinergitas Layanan Administrasi Kependudukan sampai dengan Kelurahan).
Program ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik yang lebih mudah diakses, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bahwa paradigma pelayanan publik harus berubah dari pola menunggu masyarakat datang menjadi pelayanan yang hadir lebih dekat dengan warga melalui pemanfaatan teknologi.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Si Landak di Ruang Rapat Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Magelang, Selasa (23/6/2026).
“Pelayanan publik harus benar-benar melayani masyarakat, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Karena itu, kita harus terus mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui optimalisasi teknologi,” ujar Damar.
Menurutnya, Kota Magelang memiliki keuntungan dari sisi geografis karena hanya terdiri dari 17 kelurahan dengan wilayah yang relatif kecil. Kondisi tersebut dinilai mendukung implementasi Si Landak secara lebih efektif dan merata.
Damar menyebut, keberhasilan program Si Landak bukan hanya menjadi keberhasilan Disdukcapil atau pemerintah daerah semata, tetapi merupakan keberhasilan bersama dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat, cepat, dan berkualitas.
Selain itu, ia optimistis implementasi Si Landak dapat mendukung peningkatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang saat ini masih berada di kisaran 45 persen.
“Saya harap para peserta bimtek, agar memahami prosedur layanan secara detail, menjaga keamanan data kependudukan, memberikan pelayanan yang ramah dan solutif,” pesannya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Magelang, RR Sri Mulatsih menyatakan, bimtek yang diikuti 27 orang peserta dari seluruh kelurahan/ kecamatan di wilayahnya, diberikan untuk membekali petugas agar memahami cara kerja program Si Landak. Dalam implementasinya, aspek keamanan menjadi perhatian utama.
“Setiap operator akan menggunakan akun khusus dengan hak akses terbatas sehingga kerahasiaan data kependudukan tetap terjaga. Karena itu, petugas diminta tidak memberikan akses kepada pihak lain dalam kondisi apa pun,” tegasnya.
Sri Mulatsih membeberkan, Si Landak merupakan inovasi yang dikembangkan untuk mengintegrasikan layanan administrasi kependudukan hingga tingkat kelurahan. Sistem itu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi perencanaan anggaran dan memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Dia juga berharap keberadaan layanan adminduk di kelurahan dapat mendorong masyarakat lebih aktif memperbarui data kependudukan, khususnya Kartu Keluarga (KK), agar sesuai dengan kondisi riil.
“Validitas data itu penting sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pelayanan publik,” lanjutnya. (eko/redaksi)

5 hours ago
4

















































