Perkuat Keselamatan Wisata Bahari Lewat Pelatihan Lifeguard

7 hours ago 5

Batang, infojateng.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) meningkatkan upaya pencegahan kecelakaan laut di kawasan Pantura Barat dengan menggelar Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Bahari.

Sebanyak 30 pengelola wisata pantai dari Kabupaten Batang, Kendal, dan Pekalongan dilatih menjadi penjaga pantai (lifeguard) profesional selama tiga hari, 23–25 Juni 2026, di Pantai Ujungnegoro, Kabupaten Batang.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pengelola wisata bahari agar mampu memberikan pertolongan pertama dan melakukan penyelamatan sesuai standar keselamatan nasional, sehingga keamanan wisatawan di kawasan pantai semakin terjamin.

Ketua Pokja Pengembangan SDM Pariwisata Bidang Destinasi sekaligus Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudparekraf Jawa Tengah, Riyadi Kurniawan, mengatakan kegiatan ini didanai melalui anggaran tugas pembantuan Kementerian Pariwisata.

“Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 23 sampai 25 Juni 2026. Anggarannya berasal dari tugas pembantuan Kementerian Pariwisata sebagai upaya menciptakan SDM yang berkompeten untuk menjaga keselamatan wisata,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi teori dari sejumlah instansi berkompeten, di antaranya BMKG Pusat, BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ditpolairud Polda Jawa Tengah, Basarnas Semarang, hingga Pos SAR Unit Siaga Pemalang.

Kemudian pada hari terakhir, peserta diterjunkan langsung ke Pantai Ujungnegoro untuk mengikuti simulasi penyelamatan korban kecelakaan laut.

Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan teknik evakuasi wisatawan yang mengalami kecelakaan di perairan, mulai dari proses penyelamatan di laut hingga penanganan korban di darat.

Menurut Riyadi, sebagian besar pengelola pantai sebenarnya telah memiliki pengalaman melakukan penyelamatan. Namun kemampuan tersebut masih diperoleh secara otodidak sehingga perlu diperkuat dengan standar operasional yang baku, termasuk kemampuan membaca kondisi cuaca dan gelombang berdasarkan informasi dari BMKG.

“Target akhirnya, pemerintah ingin memberikan jaminan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai-pantai di Jawa Tengah,” katanya.

Pelaksanaan praktik lapangan mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Batang sebagai tuan rumah kegiatan.

Kepala Bidang Destinasi dan Usaha Pariwisata Disparpora Kabupaten Batang, Debby Sintya Rengganis, menilai pelatihan SAR bagi pengelola wisata bahari sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas petugas di lapangan.

“Selama ini kami memang masih minim pelatihan SAR bagi teman-teman yang bertugas di kawasan wisata bahari. Karena itu kami sangat menyambut baik kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Batang memiliki sejumlah destinasi wisata pantai yang ramai dikunjungi wisatawan, seperti Pantai Sigandu, Kuripan, Celong, Jodo, dan Pantai Ujungnegoro. Hingga kini, kondisi keselamatan di kawasan tersebut masih tergolong aman karena setiap insiden dapat ditangani dengan cepat.

Meski demikian, Debby mengingatkan wisatawan agar tetap mematuhi rambu-rambu keselamatan yang dipasang pengelola, termasuk larangan berenang di area yang ditandai bendera merah.

“Kami biasanya memasang bendera merah di area-area yang berbahaya. Wisatawan diharapkan mematuhi peringatan tersebut demi keselamatan bersama,” tandasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |