Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7,74 Persen, Batang Raih Pengakuan Tingkat Nasional

1 month ago 50

Batang, infojateng.id – Kabupaten Batang mencatat prestasi membanggakan di bidang ekonomi. Di bawah kepemimpinan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, daerah ini berhasil membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,74 persen pada tahun 2025, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,89 persen maupun nasional sebesar 5,61 persen.

Capaian tersebut mengantarkan Faiz meraih penghargaan bergengsi Disway Top Regional Leader Awards 2026 untuk kategori Pertumbuhan Ekonomi Terbaik.

Menurut Faiz, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari strategi pembangunan yang berani dan terukur. Ia menilai Kabupaten Batang harus melakukan lompatan besar agar mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Tengah.

“Kalau kita mau melompat, ya lompatannya harus ada di pertumbuhan ekonomi,” ujar bupati saat ditemui di kantornya, Jumat (12/6/2026).

Tak hanya mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Kabupaten Batang juga mampu mempertahankan tata kelola keuangan yang sehat. Pada tahun 2025, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Batang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut.

Faiz menilai, konsistensi dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi salah satu faktor penting yang meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Batang.

“Tata kelola yang bersih ini menjadi magnet kuat bagi para investor. Sepanjang tahun 2025, nilai investasi yang masuk ke Batang melonjak dari Rp5 triliun menjadi Rp7 triliun,” katanya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa masuknya investasi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Batang menerapkan kebijakan yang mewajibkan investor memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Melalui program unggulan DAKER (Dapat Kerja), sebanyak 2.117 peserta pelatihan berhasil terserap ke dunia industri hingga tahun 2025. Kebijakan tersebut dinilai turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dampaknya terlihat dari menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Batang dari 8,73 persen menjadi 7,74 persen. Artinya, lebih dari 7.000 warga berhasil keluar dari garis kemiskinan dalam kurun waktu satu tahun.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Batang juga meningkat menjadi 71,70 dan masuk dalam kategori tinggi. Kinerja ekonomi yang positif turut tercermin dalam realisasi APBD 2025, di mana pendapatan daerah mencapai Rp2,03 triliun atau 103,96 persen dari target yang ditetapkan.

Pendapatan daerah tersebut meningkat sebesar Rp82,66 miliar atau 4,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya, memperkuat fondasi ekonomi Kabupaten Batang yang semakin kokoh.

Meski berbagai penghargaan dan capaian berhasil diraih, Faiz menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Batang.

“Ekonomi harus tumbuh bersama dari bawah hingga ke atas. Batang kini bukan lagi daerah yang tertinggal di ekor peta pembangunan Jawa Tengah. Kabupaten ini telah membuktikan diri mampu melakukan lompatan besar, bertransformasi menjadi pusat industri modern yang maju tanpa kehilangan keberpihakannya pada rakyat kecil,” tegasnya.

Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, peningkatan investasi, pengurangan angka kemiskinan, serta tata kelola pemerintahan yang baik, Kabupaten Batang kini semakin menunjukkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan perkembangan ekonomi paling pesat di Jawa Tengah. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |