KARAWANG, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah dalam percepatan transformasi sektor energi nasional. Kepala Negara menargetkan pembangunan 100 Gigawatt (GW) pembangkit tenaga surya.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam acara peluncuran biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga
Bos PLN Ungkap Harga Listrik PLTS Bisa Lebih Mahal gegara Hal Ini
"Kita akan bangun 100 gigawatt tenaga surya. 100 gigawatt. Tahun ini PLN akan mulai dengan 17 gigawatt tahun ini," ucap Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan pembangkit listrik menggunakan energi baru terbarukan ini diharapkan selesai dalam jangka waktu dua tahun. Dia pun menanyakan langsung kesiapan para pejabat di kabinet.
Baca Juga
China Lirik Proyek Penyimpanan Listrik PLTS 100 GW Milik RI
"Bisa Pak Rosan? Bisa. Kok kurang keras, bisa? Bisa. Menteri Ekon, Menko bisa? Bisa. Menteri ESDM bisa? Saya tidak tanya laksanakan, akan bisa enggak, bisa lah ya," katanya.
Baca Juga
RI Segera Bangun Proyek PLTS 100 Gigawatt, Siapkan Lahan 24.000 Hektare
Meski begitu, dia meyakini jika rencana pembangunan 100 GW pembangkit tenaga surya nantinya akan mendapatkan hujatan dari banyak pihak. Terutama para pakar di bidang energi.
"Kita akan, kita akan dikenyek. Kita, saya kasih tahu siap-siap, kita akan dihujat. Pakar-pakar yang pinter-pinter itu akan bilang mana mungkin? Ya kan? Mana mungkin," ucapnya.
Baca Juga
Prabowo Minta Dukungan ASEAN untuk Bangun Proyek PLTS 100 GW di RI
Editor: Aditya Pratama
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































