Cilacap, infojateng.id – Sedikitnya 25.000 orang dari berbagai unsur masyarakat mengikuti Aksi Bersih Sampah Jateng Asri (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) tingkat Kabupaten Cilacap, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Titik Nol Cilacap, Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga Alun-alun Cilacap itu merupakan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.
Aksi serentak juga digelar di lingkungan perkantoran, kampus, sekolah, rumah sakit, kecamatan, desa, serta permukiman warga di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Achmad Nurlaeli, mengatakan aksi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan Indonesia Asri sekaligus memperkuat pengelolaan sampah di daerah.
“Aksi Bersih Sampah Jawa Tengah Asri 2026 mendukung gerakan Indonesia Asri di Kabupaten Cilacap. Kami mendorong pengurangan sampah berbasis kearifan lokal serta transformasi pengolahan sampah dengan teknologi ramah lingkungan,” ujar Achmad dalam laporannya.
Menurut dia, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan ruang publik yang aman, bersih, dan tertata.
Selain itu, aksi tersebut memperkuat komitmen bersama antara pemerintah, organisasi nonpemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media massa, dan kelompok masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup.
Peserta aksi terdiri dari unsur Forkopimda, ASN, TNI, Polri, Basarnas, PMI, BUMN, BUMD, pelajar, mahasiswa, komunitas peduli sampah dan lingkungan, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga relawan.
Hadir pula Wakil Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono, beserta para kepala OPD.
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Sadmoko Danardono menegaskan, partisipasi ribuan peserta menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan telah tumbuh sebagai kesadaran bersama.
Momentum Ramadan, lanjutnya, justru memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial.
“Masalah sampah adalah persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan secara parsial. Diperlukan kerja kolektif dan partisipasi aktif seluruh masyarakat,” kata sekda membacakan sambutan bupati.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak membangun budaya hidup bersih dan disiplin dalam pengelolaan sampah, tidak hanya saat kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.
Bupati juga mendorong penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) mulai dari tingkat rumah tangga.
“Jika setiap rumah tangga mampu mengurangi dan mengelola sampah dengan baik, beban lingkungan akan berkurang signifikan dan Cilacap yang bersih, sehat, serta indah dapat terwujud,” ujarnya.
Tidak hanya di Cilacap, kegiatan yang merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dan Gubernur Jawa Tengah ini juga dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota, dengan pusat kegiatan tingkat provinsi di Batang.
Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi bersama Gubernur yang dilakukan secara daring bersama Bupati dan Walikota seluruh Jawa Tengah. (eko/redaksi)

1 day ago
7

















































