JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela akan membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat. Sebab, proyek ini membutuhkan 12.000 tenaga kerja.
Data tersebut berdasarkan hasil studi Universitas Indonesia dan Universitas Pattimura. Pembangunan LNG Abadi Masela diperkirakan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja pada puncak masa konstruksi.
Baca Juga
Harga Gas Blok Masela Belum Final, Bahlil Ungkap Ada Biaya Pembangunan Pipa 180 Km
Menurut Bahlil, masyarakat Maluku akan menjadi penerima manfaat utama dari proyek ini. Bahkan, ia memprioritaskan 30 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
"Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain penerimaan nasional maupun daerah serta penciptaan lapangan pekerjaan yang 30 persennya akan diprioritaskan berasal dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar," kata Bahlil usai peresmian pembangunan Blok Masela, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga
Bahlil Pastikan 60% Gas Blok Masela untuk RI, Ekspor Maksimal Hanya 40%
Selain membuka lapangan kerja, proyek LNG Abadi Masela diproyeksikan memberi dampak ekonomi yang besar bagi Indonesia. Saat mulai beroperasi, Lapangan Abadi Masela diperkirakan menyumbang sekitar 137,8 miliar dolar AS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































