SIKKA, iNews.id - Puluhan tahun warga Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), hidup dalam krisis air bersih. Harapan menghadirkan jaringan air minum sempat diperjuangkan melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, namun kandas akibat keterbatasan fiskal daerah.
Alih-alih berhenti pada alasan anggaran, anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo Yuslin Nursivin Dua Botha menginisiasi gerakan swadaya bersama tokoh masyarakat hingga air bersih akhirnya mengalir ke permukiman.
Baca Juga
Ketum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
"Daerah kita memang sedang mengalami keterbatasan fiskal yang luar biasa. Tetapi bagi saya, itu bukan alasan untuk tidak melayani masyarakat. Berkat orang-orang baik dan gerakan swadaya, apa yang dirindukan warga sekian lama akhirnya terwujud," ujar Yuslin, Jumat (24/7/2026).
Sebanyak 90 kepala keluarga di Dusun Rotat kini bisa menikmati air bersih yang dialirkan dari 11 titik mata air Koja di kebun milik tokoh masyarakat Suitbertus Amandus di Nilo, Desa Wuliwutik. Air dialirkan melalui jaringan pipa sepanjang sekitar tiga kilometer dan mulai mengalir ke permukiman warga sejak kemarin.
Baca Juga
Partai Perindo Apresiasi Perludem Usulkan Penerapan MMP: Jadi Alternatif Solutif Reformasi Pemilu
Seluruh proyek tersebut dibangun tanpa menggunakan dana APBD Kabupaten Sikka. Pembelian pipa dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat, didukung tokoh masyarakat Yakobus Jano, serta Yuslin yang sejak awal mendampingi proses penarikan pipa hingga air benar-benar mengalir ke Dusun Rotat.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































