Trans Jateng Jepara Masuk Tahap Masterplan, Rute dan Halte Mulai Dikaji

7 hours ago 3

Jepara, infojateng.id – Rencana pengoperasian Trans Jateng di Kabupaten Jepara memasuki tahap penyusunan rencana masterplan atau induk. Konsultan mulai mengumpulkan data sebagai bahan penyusunan usulan rute dan titik halte.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jepara, Heru Purwanto, mengatakan proses tersebut saat ini masih berada pada tahap penyusunan rencana induk. Hal itu disampaikannya melalui pesan instan, Rabu (9/9/2026).

Menurut Heru, penyusunan rencana induk merupakan tahap kedua setelah studi kelayakan (feasibility study/FS) dalam proses pengembangan angkutan aglomerasi Trans Jateng.

Pengumpulan data dilakukan melalui permintaan data, wawancara, hingga penyebaran kuesioner kepada masyarakat.

“Kegiatan tersebut terkait permintaan data, wawancara dan menyebarkan kuesioner untuk pemenuhan data kajian,” kata Heru.

Kuesioner tersebut menggali karakteristik masyarakat yang berpotensi menjadi pengguna Trans Jateng. Selain itu, kajian mencakup pola pergerakan masyarakat, minat menggunakan Trans Jateng, serta kebutuhan fasilitas pendukung layanan.

Heru mengatakan, hasil dari tahap rencana induk nantinya mencakup usulan rute dan titik halte. Namun, titik yang dihasilkan masih berupa lokasi secara umum dan belum masuk pada detail teknis.

“Pada tahap ini akan dihasilkan usulan rute dan titik halte. Titik halte tersebut baru berupa titik dan belum sampai pada detail,” ujarnya.

Selain rute dan halte, aspek pelayanan juga akan menjadi bagian dari hasil kajian berdasarkan jawaban masyarakat dalam kuesioner.

Setelah rencana induk selesai, proses akan dilanjutkan dengan penyusunan detail engineering design (DED) atau rancangan teknik terperinci.

Tahap DED mencakup pendetailan rute, halte yang diusulkan, desain dan kriteria halte, hingga sistem pelayanan angkutan.

Kajian kemampuan membayar (ability to pay/ATP) dan kemauan membayar (willingness to pay/WTP) masyarakat juga disiapkan untuk mendukung penyusunan DED.

Heru memperkirakan seluruh rangkaian penyusunan studi tersebut dapat diselesaikan pada 2027.

Sementara operasional Trans Jateng di wilayah pengembangan Jepara-Kudus-Pati (Jekuti) diperkirakan mulai berlangsung pada 2028.

Perkiraan tersebut disesuaikan dengan tematik pembangunan Jawa Tengah yang diarahkan pada peningkatan dan pemerataan ekonomi berbasis potensi desa serta pengembangan industri hijau.

Heru menambahkan, kolaborasi antarpemerintah kabupaten di wilayah pengembangan Jekuti diperlukan untuk mendorong percepatan realisasi angkutan aglomerasi perkotaan Trans Jateng.

“Kolaborasi pemerintah kabupaten di wilayah pengembangan Jekuti dibutuhkan untuk mendorong percepatan realisasi angkutan aglomerasi perkotaan Trans Jateng,” katanya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |