WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengulangi tuduhannya terhadap China, yakni berupaya menguasai Terusan Panama.
"Sekarang, China berusaha untuk mengambil alih Terusan Panama. Kita tidak akan membiarkan itu terjadi, oke?" kata Trump, di North Dakota, dikutip Kamis (2/7/2026)
Baca Juga
Gawat, AS Pertimbangkan Opsi Militer Rebut Terusan Panama
Pemerintah Panama pada Februari lalu menyatakan, otoritas untuk sementara mengambil alih pengelolaan terminal pelabuhan Balboa dan Cristobal di Terusan Panama. Kedua terminal tersebut dikelola oleh Panama Ports Company (PPC), anak perusahaan lokal dari Hutchinson Group yang berbasis di Hong Kong. Pemerintah menilai kontrak pengelolaan pelabuhan tidak sah.
Mahkamah Agung Panama memutuskan, undang-undang (UU) tahun 1997 yang menyetujui kesepakatan konsesi dengan PPC untuk mengoperasikan terminal Balboa di pantai Pasifik dan terminal Cristobal di Atlantik melanggar konstitusi.
Baca Juga
Panama Waswas Trump Bakal Rebut Kendali Terusan Panama, Surati Sekjen PBB
Kantor Urusan Hong Kong dan Makau Dewan Negara China menyebut keputusan Mahkamah Agung Panama itu tidak masuk akal. Keputusan tersebut melanggar hak hukum CK Hutchison Holdings Ltd. Perusahaan juga telah mengajukan gugatan terhadap Pemerintah Panama.
Tanpa menyebut AS, China menuduh Panama tunduk pada hegemoni dan menyerah pada tekanan dan intimidasi ketimbang membela kemerdekaan nasional seraya mengancam kemungkinan dampak politik dan ekonomi terhadap negara itu.
Baca Juga
Trump Ngotot Ambil Alih Terusan Panama, Lagi-Lagi Senggol China
Editor: Anton Suhartono
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































