TOKYO, iNews.id - Jepang mengumumkan rencana uji coba penambangan skala penuh mineral tanah jarang di dekat kepulauan terpencil Pasifik pada Februari 2027. Lokasi tambang berada di dasar laut sedalam 6 km dari permukaan.
Sebelumnya Jepang berhasil mengambil sampel mineral tanah jarang di lokasi tersebut dan mengidentifikasi kandungan mineral tanah jarang.
Baca Juga
ESDM Nilai Mineral Strategis Krusial bagi Masa Depan Energi RI
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan, sampel diambil pada awal 2026 oleh kapal pengeboran laut dalam di dekat Pulau Minamitorishima mengandung jejak yttrium.
"(Yttrium) Sangat langka di dunia dan digunakan untuk bahan pelapis peralatan manufaktur semikonduktor, katalis untuk memurnikan oksida nitrogen berbahaya dalam gas buang, serta industri semikonduktor dan otomotif, menjadikannya tanah jarang yang penting bagi negara kita,” kata Takaichi, dalam posting-an di media sosial X, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga
Airlangga Buka Suara soal Trump Incar Mineral Kritis RI
“Berdasarkan pencapaian ini, kita berencana melakukan uji penambangan skala penuh pada Februari tahun depan,” tulisnya, lagi.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow















































