SEMARANG, iNews.id - Sebanyak 16 kabupaten dan kota di Jawa Tengah menetapkan status siagakekeringan pada musim kemarau 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan lebih dari 3,25 juta liter air bersih kepada puluhan ribu keluarga terdampak.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, pemerintah daerah telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Pemetaan tersebut menjadi dasar penentuan langkah penanganan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Baca Juga
Kekeringan Landa Kota Bima NTB, 1.129 KK Kesulitan Air Bersih
“Para bupati dan wali kota sudah membuat mapping (pemetaan). Sudah dipetakan mana daerah-daerah yang kekeringan,” ujar Luthfi dikutip dari iNews Semarang, Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, daerah yang telah menetapkan status siaga meliputi Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Kabupaten Semarang, Pemalang, Wonosobo, Purworejo, Wonogiri, Kota Salatiga dan Kota Tegal.
Baca Juga
Kekeringan Landa Cibarusah Bekasi, BNPB: 160 KK Kesulitan Air Bersih
Luthfi mengatakan, data pemetaan akan ditindaklanjuti bersama organisasi perangkat daerah terkait. Bentuk penanganan disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat kebutuhan setiap wilayah.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































