53 Perempuan Cilacap Ikuti Pelatihan Menjahit dan Tata Boga, Dibekali Alat Usaha

5 hours ago 2

Cilacap, infojateng.id – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka Program Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKHP) Tahun 2026 di Aula PKBM Annisa Cilacap, Senin (21/9/2026).

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan usia produktif melalui pelatihan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan.

Pembukaan program dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Budi Kuspriyatno.

Turut hadir Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Cilacap Tengah Taufik Hidayat, para Penilik Dikmas, serta jajaran pengurus PKBM Annisa.

Pimpinan PKBM Annisa, Anik Ananingsih, mengatakan lembaganya kembali dipercaya Kemendikdasmen melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI) untuk menyelenggarakan program PKHP 2026.

Menurutnya, PKBM Annisa menjadi satu-satunya lembaga di Kabupaten Cilacap yang menerima alokasi program tersebut tahun ini.

“Awalnya kami mengajukan 60 kuota peserta. Namun setelah melalui proses validasi sistem kependudukan langsung dari kementerian, sebanyak 53 peserta dinyatakan lolos dan memenuhi syarat,” kata Anik.

Sebanyak 53 peserta tersebut terbagi dalam dua bidang keahlian, yakni 26 peserta kelas menjahit dan 27 peserta kelas tata boga.

Mereka akan mengikuti pelatihan selama 66 jam pelajaran (JPL) dalam 11 kali pertemuan. Kelas menjahit akan dibimbing instruktur Esti Rudianingsih, sedangkan kelas tata boga ditangani Diah Karyati.

Anik mengatakan program tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan sehingga peserta dapat menambah penghasilan keluarga tanpa mengesampingkan peran sebagai ibu rumah tangga.

“Di akhir program, seluruh peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat kelulusan, tetapi juga dibantu dengan stimulan alat kerja. Bagi kelas boga kita siapkan perlengkapan seperti oven, begitu pula untuk kelas menjahit,” ujarnya.

Menurut Anik, bantuan sarana tersebut diharapkan dapat membuat peserta langsung mempraktikkan keterampilan yang diperoleh dan memulai usaha dari rumah.

Sementara itu, Budi Kuspriyatno mengatakan PKHP dirancang untuk membekali perempuan usia produktif dengan keterampilan yang dapat diterapkan dan memiliki nilai ekonomi.

Dia meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan disiplin karena waktu pembelajaran relatif singkat.

“Pelatihan ini ditujukan bagi ibu-ibu usia produktif untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas hidup keluarga. Waktu pelatihannya tergolong singkat. Saya minta jaga kesehatan dan jangan sampai bolos agar ilmu serta resep yang diajarkan tidak terputus,” ujar Budi.

Budi berharap peserta nantinya mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha mandiri, baik secara individu maupun melalui kelompok usaha bersama.

“Harapan kami setelah keluar dari sini, peserta bisa langsung praktik, membuat produk, bahkan membentuk kelompok usaha bersama seperti yang telah sukses di beberapa wilayah lain di Cilacap,” katanya.

Pembukaan program ditandai dengan penyematan tanda peserta dan apron kepada perwakilan peserta kelas menjahit dan tata boga. Dilanjutkan dengan materi kewirausahaan oleh Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Cilacap Tengah, Taufik Hidayat. (eko/redaksi)  

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |