Peringati World Cleanup Day 2026, Warga Batang Diajak Jaga Kebersihan Lingkungan

1 day ago 10

Batang, infojateng.idDalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026, Kabupaten Batang menggelar aksi bersih bertema “Gerakan Bersih Sungai, Lingkungan dan Jalan” di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan komunitas, pemerintah desa, masyarakat, serta sejumlah unsur terkait. Mereka bergotong royong membersihkan sampah di lingkungan permukiman, jalan desa hingga sepanjang aliran sungai.

Leader WCD Jawa Tengah Septiany Punti Dewi mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar membersihkan sampah, tetapi juga mendorong masyarakat membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Sungai, jalan desa dan lingkungan sekitar merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Septiany.

Menurutnya, kolaborasi antara komunitas, pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Camat Banyuputih Purmono menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai aksi bersih WCD dapat memperkuat semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi seluruh masyarakat,” ujar Purmono.

Dalam aksi tersebut, peserta mengumpulkan sampah yang ditemukan di sepanjang sungai, jalan desa dan lingkungan sekitar. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan ditangani sesuai jenisnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto mengapresiasi gerakan yang dilakukan WCD bersama masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan sungai, lingkungan dan fasilitas umum.

“Kegiatan seperti ini bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi juga membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,” kata Rusmanto.

Ia berharap semangat gotong royong tersebut tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam mengurangi sampah dan tidak membuangnya sembarangan.

“Lingkungan yang bersih akan memberikan manfaat bagi kesehatan, kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. (eko/redaksi)  

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |