Ahmad Luthfi “Pulang Kampung” ke Desa Jawa di Lampung

1 week ago 18

Lampung, Infojateng.id – Nuansa Jawa terasa begitu kuat saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkunjung ke Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Rabu (7/1/2026). Sambutan hangat warga, lengkap dengan bahasa dan budaya Jawa, membuat kunjungan tersebut serasa pulang ke kampung halaman sendiri.

Mayoritas warga Desa Bagelen merupakan keturunan transmigran asal Jawa Tengah. Bahasa Jawa, adat istiadat, hingga rasa kekeluargaan masih terjaga kuat, meski jarak geografis memisahkan lebih dari satu abad.

Saat berdialog dengan warga, Ahmad Luthfi disapa menggunakan bahasa Jawa. Suasana akrab pun tercipta, seolah tak ada sekat antara Jawa Tengah dan Lampung.

Ikatan sejarah ini berawal sejak awal abad ke-20. Sekitar tahun 1905, warga dari wilayah Kedu Selatan, Jawa Tengah, diberangkatkan ke Lampung melalui program kolonialisasi Hindia Belanda. Mereka membuka hutan, mengolah lahan, dan membangun permukiman yang kini dikenal sebagai Desa Bagelen.

Salah satu warga, Warkim Prawiroatmojo, menjelaskan nama Bagelen diambil dari daerah asal leluhur mereka di Jawa Tengah. Hingga kini, adat dan tradisi Jawa masih diwariskan lintas generasi.

“Mbah saya dari Kedu Selatan, sekarang Purworejo. Dari situlah muncul nama Bagelen. Supaya tetap rukun, kami membentuk paguyuban Pujakesuma,” ujarnya.

Warkim mengaku bangga atas kehadiran Ahmad Luthfi yang datang langsung ke desa mereka. Menurutnya, tidak banyak gubernur Jawa Tengah yang menyempatkan diri mengunjungi desa transmigran secara langsung.

Hal senada disampaikan Tito, warga setempat. Ia menilai kunjungan tersebut sebagai bukti perhatian kepada masyarakat Jawa di perantauan.

“Kami merasa dianggap sebagai saudara jauh, tapi tetap diingat. Harapannya ke depan ada kerja sama, terutama di bidang pertanian dan perkebunan,” katanya.

Ahmad Luthfi mengaku bangga melihat perkembangan Desa Bagelen. Menurutnya, masyarakat transmigran yang dahulu merintis dari nol kini telah hidup sejahtera bersama generasi penerusnya.

“Saya ingin menelusuri sejarah. Sekitar 60 persen warga Lampung berasal dari Jawa, terutama Jawa Tengah. Dan saya melihat warga transmigran di sini sudah makmur,” ujar Ahmad Luthfi didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

Ia menegaskan, desa adalah cermin jati diri. Karena itu, warga diminta terus menjaga kebanggaan terhadap desanya sekaligus melestarikan nilai budaya yang diwariskan leluhur.

Ahmad Luthfi berharap Desa Bagelen terus berkembang menjadi desa yang sejahtera, rukun, dan lestari budayanya. Ia juga berpesan agar warga Jawa di perantauan tetap mampu beradaptasi dan menyatu dengan masyarakat setempat.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Warga Jawa di sini sudah membangun Lampung dan menjadi bagian dari daerah ini,” tegasnya. (one/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |