AS dan Iran Hentikan Serangan 2 Hari setelah 13 Hari Saling Gempur, Isyarat Gencatan Senjata?

2 hours ago 2

KAIRO, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dan Iran menghentikan aksi saling serang selama dua hari berturut-turut setelah 13 hari berbalas serangan. Di saat yang sama, para mediator kembali mendorong kedua negara melanjutkan perundingan mengenai gencatan senjata sementara yang sempat terhenti meski isu program nuklir Iran masih menjadi ganjalan.

Pemerintahan Donald Trump hingga Minggu, 27 Juli 2026, belum menyampaikan penjelasan resmi mengenai alasan AS menghentikan serangan, setelah hampir dua pekan meningkatkan operasi militer terhadap wilayah pesisir dan infrastruktur Iran. Eskalasi tersebut dipicu serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Trump Ingin Ngerem Perang Iran Jelang Pemilu Paruh Waktu AS

Baca Juga

Trump Ingin Ngerem Perang Iran Jelang Pemilu Paruh Waktu AS

Sementara Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, mengatakan Presiden Donald Trump sengaja memberi ruang bagi proses diplomasi agar perundingan dapat berjalan.

"Presiden memberi kesempatan bagi pembicaraan untuk berlangsung. Oman, Iran, dan sejumlah mediator lainnya terus terlibat dalam berbagai tingkatan perundingan, mulai dari level tertinggi hingga teknis, selama beberapa pekan terakhir, terutama dalam beberapa hari terakhir," ujar Waltz kepada Fox News, dilansir dari AP, Senin (27/7/2026).

 AS Ingkar Janji dan Jahat!

Baca Juga

Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!

Waltz juga membantah anggapan bahwa persediaan rudal pencegat milik AS mulai menipis akibat konflik. Meski demikian, sejumlah pengamat mempertanyakan seberapa lama Washington maupun Teheran mampu mempertahankan operasi militer apabila pertempuran kembali meningkat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |