Batang Siapkan Pembenahan Dua Hektare Lahan Pantai Sigandu yang Terkena Rob

19 hours ago 7

Batang, infojateng.id – Banjir rob yang terus melanda pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah mulai mengancam sektor pariwisata. Di Kabupaten Batang, lebih dari dua hektare lahan milik pemerintah daerah di kawasan wisata Pantai Sigandu dilaporkan terendam air laut dan mengalami abrasi.

Kepala Bidang Destinasi dan Usaha Pariwisata Disparpora Batang, Debby Sintya Rengganis, mengatakan kerusakan di Pantai Sigandu kini telah mencakup sekitar sepertiga dari total aset pemerintah daerah yang dikelola di kawasan tersebut.

“Kurang lebih tanah milik Pemda yang dikelola di sana sekitar enam hektare, dan yang sudah terkena rob itu lebih dari dua hektare,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (29/6/2026).

Selain menggenangi lahan, rob juga menyebabkan kerusakan sejumlah infrastruktur. Bangunan penahan abrasi yang sebelumnya menjadi pelindung kawasan wisata dilaporkan roboh diterjang ombak. Gapura utama sebagai akses masuk wisatawan juga mengalami kerusakan.

Debby mengakui pemerintah daerah belum dapat melakukan penanganan fisik secara menyeluruh dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran.

Untuk sementara, upaya yang dilakukan difokuskan pada mitigasi lingkungan melalui penanaman mangrove, sementara pembenahan kawasan direncanakan mulai direalisasikan pada 2027.

“Untuk jangka pendek kami belum ada penanganan yang lebih serius. Sementara ini lebih ke penanaman mangrove. Kami berharap pembenahan kawasan wisata Pantai Sigandu dapat dilakukan pada tahun 2027,” jelasnya.

Sementara itu, Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Riyadi Kurniawan, mengatakan banjir rob saat ini tidak hanya terjadi di Batang, tetapi juga melanda sejumlah wilayah pesisir Pantura seperti Semarang, Kendal, Pekalongan, hingga Tegal.

Menurutnya, kawasan Pantura bagian barat menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan ketinggian genangan air rata-rata mencapai 30 sentimeter. Selain rob, sejumlah kawasan pantai juga mengalami abrasi.

“Mayoritas wilayah Pantura terdampak rob. Bahkan beberapa daerah juga mengalami abrasi. Rata-rata ketinggian air bisa mencapai sekitar 30 sentimeter,” katanya.

Meski rob terus mengintai, Riyadi menyebut angka kunjungan wisata ke pantai belum merosot tajam karena banjir pasang surut ini hanya terjadi pada jam-jam tertentu. Namun, ia tidak menampik adanya pergeseran tren di mana wisatawan kini mulai beralih ke wisata pegunungan dan glamping.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mengimbau para pengelola destinasi wisata memanfaatkan data cuaca BMKG secara real-time untuk mengedukasi calon pengunjung melalui media sosial.

“Kalau wisatawan mau ke satu pantai, mereka sudah tahu bagaimana kondisinya. Informasi itu bisa disebarluaskan melalui Instagram atau media sosial pengelola,” pungkasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |