Beda Suara di Tengah Ratusan Korban MBG: Kadinkes dan Plt Bupati Pati Tak Seirama Soal Biaya Pengobatan

2 hours ago 1

Pati, Infojateng.id – Penanganan ratusan siswa yang diduga menjadi korban keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati memunculkan dua pernyataan berbeda dari jajaran Pemerintah Kabupaten Pati. Perbedaan itu terutama menyangkut siapa yang menanggung biaya pengobatan para siswa.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Pati, Luky Pratugas Narimo menyebut persoalan pembiayaan pengobatan masih akan dikoordinasikan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebab, kewenangan secara regulasi memang di BGN.

Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra justru memberikan pernyataan lebih tegas. Ia memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung Pemerintah Kabupaten Pati.

Dua pernyataan tersebut muncul ketika ratusan siswa dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati mengalami keracunan setelah menyantap makanan program MBG.

Plt Bupati Pati menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan pemerintah daerah akan terus melakukan penanganan hingga kondisi para siswa membaik.

“Kami mohon maaf kepada orang tua murid dan kepada masyarakat Kabupaten Pati. Kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera,” ujarnya.

“Kami terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, dengan perawat, dengan Direktur Rumah Sakit Soewondo untuk terus melakukan penanganan,” imbuh Chandra.

Pemkab Pati juga menerjunkan tenaga kesehatan untuk mendatangi rumah-rumah siswa. Langkah itu dilakukan untuk memastikan siswa yang sudah pulang tetapi masih mengalami keluhan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Misalkan masih terjadi sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi,” katanya.

Namun, perhatian kemudian mengarah pada persoalan biaya. Plt Bupati Pati menyatakan secara langsung bahwa pemerintah daerah akan mengambil tanggung jawab terhadap biaya pengobatan para korban.  “Masalah pengobatan semuanya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pati,” tegasnya.

Pernyataan tersebut berbeda dengan penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Pati, Lucky.

Lucky sebelumnya yang mengatakan, mengenai biaya pengobatan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan BGN maupun SPPG. “Untuk biaya pengobatan, nanti dari BGN atau SPPG terkait dengan biaya pengobatan,” ujar Lucky.

Lucky juga menegaskan bahwa Dinas Kesehatan saat ini lebih memprioritaskan penanganan medis terhadap para siswa yang menjadi korban dugaan keracunan.

Artinya, di tengah situasi yang masih dinamis, muncul dua pernyataan dari Pemkab Pati yang tidak serirama.

Kadinkes berbicara soal koordinasi dengan BGN dan SPPG, sedangkan Plt Bupati justru langsung memberikan jaminan bahwa biaya pengobatan ditanggung Pemkab Pati.

Ratusan Siswa Mendapat Penanganan

Sebanyak 29 unit ambulans juga dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi para siswa ke fasilitas kesehatan. Keluhan yang dialami para siswa antara lain pusing, mual, dan muntah. Meski demikian, berdasarkan informasi sementara yang diterima Lucky, belum ada korban yang dilaporkan mengalami kondisi berat maupun pingsan. (one/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |