Pemkab Blora Perkuat Sinergi Lintas Sektor Cegah AIDS, TBC, dan Malaria

4 hours ago 1

Blora, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora memperkuat sinergi lintas sektor untuk mencegah dan mengendalikan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM).

Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga lembaga sosial.

Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam kegiatan Penguatan Forum Kemitraan untuk Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) yang berlangsung pada 8–9 September 2026 di Saung Mekar Sari, Embung Rowo, Desa Karangjati, Kecamatan Blora.

Forum tersebut menjadi wadah koordinasi sekaligus penguatan komitmen antara organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN/BUMD, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil (OMS), NGO, Baznas, PMI, dan berbagai pihak lainnya dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian ATM di Kabupaten Blora.

Kegiatan dibuka Kepala Bapperida Kabupaten Blora yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Tri Cahyo Warsoko.

Dalam sambutannya, Tri Cahyo menekankan pentingnya membangun kemitraan yang kuat dan berkelanjutan.

Menurutnya, program pencegahan dan pengendalian ATM perlu diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah dengan melibatkan berbagai sektor.

“Penguatan kemitraan menjadi bagian penting dalam memastikan program pencegahan dan pengendalian ATM dapat berjalan secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat, baik dalam perencanaan maupun dukungan penganggaran,” ujarnya.

Ia menyebut kondisi kesehatan masyarakat Kabupaten Blora secara umum cukup baik. Namun, upaya pencegahan dan pengendalian berbagai penyakit tetap perlu dilakukan secara konsisten melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

Capaian Program ATM

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, Anton Suwoto, memaparkan analisis situasi ATM berdasarkan data SIHA, SITB, dan e-Sismal.

Untuk program TBC, tercatat sekitar 8.700 orang terduga TBC, atau mencapai 84,61 persen dari target 9.720 orang. Sedangkan berdasarkan data SITB anak, tercatat 345 kasus, dengan capaian hampir 19 persen.

Pada program AIDS, capaian yang telah diraih mencapai 81,2 persen dari target 85 persen.

“Data tersebut menjadi dasar bagi kita untuk menentukan langkah dan prioritas kegiatan pencegahan serta pengendalian ATM. Peran Puskesmas dan seluruh mitra sangat diperlukan untuk meningkatkan capaian program,” kata Anton.

Forum tersebut juga membahas berbagai kegiatan prioritas yang dilaksanakan Dinas Kesehatan dan Puskesmas dalam upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria.

Selain program yang dijalankan sektor kesehatan, peserta membahas peluang kegiatan kemitraan dengan melibatkan OPD nonkesehatan, CSR perusahaan, Baznas, OMS, PMI, dan unsur masyarakat lainnya.

Dorong Peran Dunia Usaha

Paparan dari unsur OPD disampaikan Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blora, Yuli Purwaningsih.

Yuli menyampaikan pengalaman dan praktik baik dalam membangun kemitraan lintas sektor.

Menurutnya, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana memiliki sejumlah kelompok dan forum yang dapat mendukung edukasi serta pencegahan HIV/AIDS.

“Dalduk ada tim untuk membantu pelaksanaan pencegahan ATM di Blora, ada PIK-R, Forum Genre Kabupaten dan kecamatan. Peran mereka memberikan edukasi dan pencegahan HIV/AIDS untuk penyiapan kehidupan keluarga,” ujar Yuli.

Sementara itu, Ketua Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP)/TJSLP Kabupaten Blora, Heri Slamet Hariyadi, yang juga Direktur Utama PT Blora Patragas Hulu (BPH Blora), menyampaikan mekanisme pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan di Kabupaten Blora.

Menurut Heri, dunia usaha memiliki ruang untuk berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan guna mendukung upaya pencegahan dan pengendalian ATM, termasuk bagi masyarakat yang terdampak penyakit tersebut.

“Perusahaan memiliki ruang untuk memberikan kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Dukungan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat program pemerintah dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat,” katanya.

Pada akhir kegiatan, peserta merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang mencakup kontribusi anggaran dan kegiatan prioritas untuk mendukung program pencegahan dan pengendalian ATM.

Dukungan tersebut diharapkan berasal dari CSR, Baznas, OMS, OPD nonkesehatan, PMI, serta unsur kemitraan lainnya.

Melalui penguatan forum kemitraan tersebut, Pemkab Blora berharap pencegahan dan pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria dapat dilakukan secara lebih terpadu dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur di masyarakat. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |