JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jakarta. Langkah ini disiapkan untuk menjaga kualitas udara dan menurunkan suhu saat musim kemarau panjang.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan pelaksanaan OMC dilakukan secara situasional berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
Baca Juga
72,8% Wilayah RI Masuk Musim Kemarau, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla dan Angin Kencang
“Kalau di Jakarta situasional ya. Jadi BMKG bekerja sama dengan BPBD DKI Jakarta itu secara situasional melihat situasi yang ada di Jakarta. Jadi ketika memang kondisinya sudah hari tanpa hujan cukup panjang, maka dilakukan operasi modifikasi cuaca dengan catatan ketika awan masih ada ya. Karena kalau tanpa awan kita tidak bisa memodifikasi, sehingga nantinya bisa membuat Jakarta lebih adem,” kata Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga
Kemarau Panjang Melanda, Ratusan Warga Tenjo Gelar Salat Istisqa Memohon Hujan
Selain melalui penyemaian awan, Faisal menjelaskan BMKG telah memasang ground-based generator di sejumlah gedung tinggi Jakarta bekerja sama dengan BPBD. Alat tersebut digunakan untuk memicu hujan ketika terdapat awan-awan.
“Ini di beberapa gedung tinggi di Jakarta, kerja sama BMKG juga dengan BPBD DKI Jakarta, itu kita juga memasang namanya ground-based generator. Jadi ketika nanti ada awan yang kira-kira 'sehat' untuk menghujankan Jakarta, maka akan dilepaskan uap air atau flare untuk kemudian terjadilah hujan. Ini biasanya kalau dalam dua-tiga minggu tanpa hujan sama sekali, kualitas udara di Jakarta juga menurun,” ujarnya.
Baca Juga
Dampak Kemarau Panjang, Warga Tenjo Bogor Ikhtiar Salat Istisqa di Ponpes
Lebih lanjut, Faisal menegaskan pelaksanaan OMC di Jakarta tetap bergantung pada keberadaan awan-awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
“Jadi salah satu upayanya adalah dengan melakukan hujan (OMC) di pada saat kondisinya memungkinkan di Jakarta,” ucap dia.
Baca Juga
BMKG: 72,8 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Jateng Terkering
Editor: Rizky Agustian
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































