JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Kamis (20/8/2026), sebanyak 3.489 gempa susulan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ribuan gempa dengan kekuatan bervariasi itu terjadi sejak gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2016).
Baca Juga
Update Gempa M7,7 NTT, Korban Tewas Tembus 72 Orang
"Hingga tanggal 20 Agustus 2026, pukul 08.00.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3.489 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,2," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8/2026).
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Baca Juga
BMKG Minta Masyarakat NTT Tenang, Gempa Besar M7,7 Tak Terulang dalam Waktu Dekat
"Masyarakat diminta memastikan informasi terkait gempa bumi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG," ujar Wijayanto..
Terkini, gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,7 mengguncang wilayah Pantai Barat Laut Manggarai Timur, NTT, Kamis (20/8/2026) pukul 09.47 WIB. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
"Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB," kata Wijayanto.
Dia mengatakan, gempa memiliki kedalaman 10 kilometer dengan episenter berada di koordinat 8,33° LS dan 120,64° BT, atau di darat sekitar 36 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.
Menurutnya, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun geser (normal-oblique).
"Untuk hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































