Rembang, infojateng.id – Bupati Rembang Harno mengajak insan pers memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, media memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan masukan berdasarkan kondisi di lapangan.
Hal itu disampaikan Harno saat menghadiri forum komunikasi bersama insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Rabu (15/7/2026).
Harno mengatakan, pemerintah tidak selalu mampu menjangkau seluruh persoalan yang terjadi di masyarakat. Karena itu, informasi dan masukan dari media menjadi bagian penting dalam proses evaluasi sekaligus perbaikan pelayanan publik.
“Kadang dari OPD kami ada yang kelewatan. Informasi dari rekan-rekan media tentang kondisi di lapangan sangat membantu. Saya mengucapkan terima kasih atas silaturahmi ini dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut agar kita semakin dekat, saling mengisi, dan saling mengingatkan demi kebaikan Kabupaten Rembang,” ujar Harno.
Menurut dia, komunikasi yang baik antara pemerintah dan media akan memperkuat kolaborasi dalam menyampaikan informasi pembangunan sekaligus menangkap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Rembang, Budiyono, menegaskan pemerintah daerah berkomitmen membangun kemitraan dengan media yang profesional dan kredibel di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Ia menilai keberadaan media yang memiliki kompetensi menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
“Kami punya perhatian besar untuk bermitra dengan media-media yang kredibel. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat dinamis, penting memastikan ekosistem informasi dan komunikasi berjalan dengan baik. Karena itu, kami ingin seluruh media yang bermitra memiliki kompetensi yang memadai,” kata Budiyono.
Menurutnya, forum komunikasi bersama bupati akan terus dilaksanakan dengan tema yang disesuaikan kebutuhan pembangunan daerah.
Ke depan, diskusi tidak hanya dilakukan di ruang pertemuan, tetapi juga dapat digelar di sentra ekonomi, kawasan wisata, pasar, maupun lokasi lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Ke depan, temanya bisa lebih variatif sesuai arah kebijakan Pak Bupati dan masukan teman-teman media. Bahkan tidak menutup kemungkinan dilaksanakan di sentra ekonomi, kawasan wisata, pasar, atau tempat-tempat yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Ketua PWI Kabupaten Rembang, Musyafa, mengatakan pers memiliki empat fungsi utama, yakni memberikan informasi, pendidikan, hiburan, dan menjalankan kontrol sosial. Menurutnya, seluruh fungsi tersebut harus dijalankan secara seimbang.
“Kalau wartawan hanya memberitakan hal-hal negatif tentu harus diingatkan, karena tugas pers tidak hanya kontrol sosial. Ada fungsi informasi, pendidikan, dan hiburan. Sebaliknya, kalau wartawan hanya memberitakan yang baik-baik saja juga perlu diingatkan, karena fungsi kontrol sosial tidak boleh ditinggalkan,” katanya.
Musyafa juga mengapresiasi keterbukaan Bupati Harno yang dinilai mudah dikonfirmasi dan responsif dalam memberikan penjelasan terhadap berbagai isu yang menjadi perhatian masyarakat.
Ia berharap pemerintah daerah terus mengutamakan kepentingan masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga.
Forum komunikasi tersebut diharapkan menjadi ruang dialog yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan insan pers, sehingga berbagai informasi, aspirasi, serta persoalan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara lebih cepat dan tepat.(eko/redaksi)

7 hours ago
2

















































