Kopi Kedawung Jadi Daya Tarik Wisata Baru di Lereng Gunung Batang, Sajikan Seduhan Lokal dan Panorama Hutan Pinus

14 hours ago 2

Batang, infojateng.id – Menikmati secangkir kopi di tengah hutan pinus dengan udara pegunungan yang sejuk menjadi pengalaman yang ditawarkan Kopi Kedawung di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kedai kopi yang berada di kawasan lereng pegunungan ini menyajikan kopi lokal hasil perkebunan masyarakat setempat dengan panorama alam yang masih asri.

Desa Tombo sendiri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta di Kabupaten Batang. Hamparan kebun kopi yang berpadu dengan rimbunnya hutan pinus menjadikan kawasan tersebut mulai dilirik sebagai destinasi wisata berbasis alam dan kopi.

Pegawai Kopi Kedawung, Mujahidin (21), mengatakan kedai tersebut telah beroperasi sekitar satu setengah tahun. Seluruh kopi yang disajikan berasal dari hasil panen petani Desa Tombo.

“Di sini semua menggunakan kopi lokal, mulai dari robusta, arabika, hingga excelsa. Semuanya merupakan kopi asli Tombo,” kata Mujahidin saat ditemui di Kopi Kedawung, Rabu (15/7/2026).

Menurut dia, konsep kedai di tengah kawasan hutan pinus sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada para pengunjung, terutama kalangan muda yang menyukai destinasi berkonsep hidden gem.

“Sekarang banyak anak muda yang menyukai tempat-tempat berkonsep hidden gem. Karena itu kami mencoba menghadirkan kedai kopi di tengah hutan pinus dengan suasana yang alami,” ujarnya.

Selain menawarkan suasana pegunungan yang asri, Kopi Kedawung juga menyajikan berbagai pilihan minuman kopi dan makanan ringan dengan harga yang relatif terjangkau. Pengunjung cukup menyiapkan anggaran sekitar Rp25.000 hingga Rp50.000 untuk menikmati sajian kopi beserta camilan.

Mujahidin mengatakan jumlah pengunjung biasanya meningkat pada akhir pekan. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Kabupaten Batang, tetapi juga dari sejumlah daerah di sekitarnya.

“Kalau Sabtu dan Minggu biasanya lebih ramai. Banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana pegunungan sambil minum kopi,” katanya.

Salah satu daya tarik lainnya, kata dia, adalah tidak adanya biaya tiket masuk. Pengunjung hanya membayar makanan dan minuman yang dipesan sehingga tempat ini menjadi alternatif wisata alam yang ramah di kantong.

Keberadaan Kopi Kedawung diharapkan dapat semakin memperkenalkan kopi khas Desa Tombo sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berbasis alam di Kabupaten Batang.

Di sisi lain, pemanfaatan hasil perkebunan masyarakat sebagai bahan baku utama juga memberi nilai tambah bagi petani kopi lokal dan pelaku usaha mikro di kawasan tersebut.

Perpaduan panorama pegunungan, kesejukan hutan pinus, dan cita rasa kopi lokal menjadikan Kopi Kedawung sebagai salah satu destinasi yang layak dikunjungi bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana berbeda saat berada di Kabupaten Batang.(eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |