Jadi Penyangga KITB, Warga Batang Diajak Terapkan Bersih-Bersih Sampah

15 hours ago 5

Batang, infojateng.id – Meningkatnya aktivitas masyarakat di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) turut berdampak pada volume sampah di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.

Selain menjadi wilayah penyangga kawasan industri, desa tersebut kini banyak dihuni pendatang yang tinggal di rumah kos.

Kondisi itu mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang bersama pengelola KITB, pemerintah kecamatan dan desa, relawan, serta masyarakat menggelar aksi bersih lingkungan dalam rangka World Cleanup Day (WCD) Jawa Tengah, Minggu (20/9/2026).

Kepala DLH Batang Rusmanto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

“Aksi kebersihan bersama ini dari DLH, kemudian ada dari KITB, relawan, warga masyarakat, perangkat desa, kemudian kami dari kecamatan juga hadir untuk membersamai kegiatan ini,” kata Rusmanto.

Aksi bersih-bersih dilakukan di sejumlah titik, mulai dari sungai, permukiman, hingga jalan desa. Menurut Rusmanto, penanganan sampah tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan bersih-bersih, tetapi harus diikuti perubahan kebiasaan masyarakat.

Ia mengajak warga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membiasakan mengelola sampah dari rumah.

“Minimal jika setiap rumah setiap hari dapat mengumpulkan sampah satu kilogram saja, pasti volume yang bertambah tidak akan terjadi,” ujarnya.

Warga Desa Kedawung, Sariman (61), mengatakan perkembangan kawasan industri memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan tumbuhnya UMKM.

Namun, bertambahnya jumlah pendatang juga membuat produksi sampah di lingkungan desa meningkat.

“Industri di sini menimbulkan dampak positif bagi warga seperti pekerjaan yang mudah dan tumbuhnya usaha-usaha UMKM di sekitar desa. Namun, banyaknya pendatang yang tinggal di sini juga membuat sampah semakin banyak,” kata Sariman.

Menurut dia, warga selama ini telah berupaya membersihkan sungai yang melintas di kawasan permukiman. Karena itu, masyarakat menyambut positif kegiatan WCD yang dinilai membantu penanganan sampah sekaligus memberikan edukasi.

“Kami sangat senang, karena dapat terbantu penanganan dan juga ada sosialisasinya supaya warga bisa sadar jangan membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Desa Kedawung juga telah memiliki tempat pembuangan sementara (TPS) yang beroperasi sekitar satu tahun untuk mendukung pengelolaan sampah masyarakat.

Sementara itu, Camat Banyuputih Purmono mengatakan Kedawung dipilih sebagai salah satu lokasi aksi karena volume sampahnya relatif tinggi dibandingkan wilayah lain.

“Kedawung ini daerah penyangga KITB. Kemudian juga ini kos-kosan, warga dari luar daerah sudah banyak sekali yang kos di Kedawung,” kata Purmono.

Aksi kebersihan dilakukan di empat dusun, yakni Kedawung, Karanganyar, Kejaru, dan Mangunsari Celong. Kegiatan juga menyasar sejumlah titik di kawasan KITB serta sepanjang jalan dari Kedawung menuju Banyuputih.

Purmono berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni WCD, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan.

“Harapan kami kegiatan hari ini bukan hanya seremoni saja, tapi terus diadakan, terus ada tindak lanjut. Membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah sembarangan ini menjadi kewajiban kita dan menjadi gaya hidup masyarakat,” pungkasnya. (eko/redaksi)  

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |