JAKARTA, iNews.id - Data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) 2026 mencatat indeks kepuasan layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi yang terendah dibandingkan layanan lainnya. Merespons hal itu, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan hal itu karena keterbatasan kapasitas.
Ia mengakui kawasan Mina masih menjadi pekerjaan rumah terbesar dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Oleh karena itu, pihaknya berencana melakukan skema pembagian jemaah agar mengurangi kepadatan.
Baca Juga
Sidang Perdana Eks Menag Yaqut Cs terkait Kasus Kuota Haji Digelar 11 Agustus 2026
"Tantangannya di Mina. Semuanya di Mina tantangannya, karena Mina tempatnya relatif kurang dari separuhnya Arafah, sehingga diperlukan berbagai terobosan untuk mengatasinya," kata Irfan saat ditemui di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Pada penyelenggaraan haji 2026, pemerintah telah menerapkan skema tanazul dengan memindahkan sekitar 20.000 jemaah dari tenda Mina ke hotel.
Baca Juga
Eks Menag Yaqut Cs Segera Disidang terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Menurut dia, kebijakan tersebut akan dievaluasi dan berpeluang diperluas pada musim haji mendatang.
Dengan begitu, jumlah jemaah yang menempati tenda Mina semakin berkurang sehingga kondisi di lokasi menjadi lebih longgar dan nyaman.
Baca Juga
Eks Menag Yaqut Segera Disidang, KPK Limpahkan Surat Dakwaan Kasus Kuota Haji ke Pengadilan
"Kemungkinan tahun depan akan kita tambah jumlah yang tanazul sehingga jumlah yang ada di tenda berkurang sehingga tendanya kita harapkan lebih longgar. Itu yang kita lakukan," ujar Irfan.
Editor: Puti Aini Yasmin
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































