Batang, infojateng.id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Batang membekali ratusan siswa baru dengan literasi digital sebagai bagian dari persiapan menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Pembekalan tersebut diberikan dalam rangkaian Kemah Bakti OSIS (KBO) dan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) yang berlangsung selama tiga hari, 3–5 Agustus 2026, di Lapangan Sipucung, Desa Wonobodro, Kabupaten Batang.
Sebanyak 294 siswa kelas X mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Gelorakan Aksi, Rekat Kolaborasi, dan Ukir Prestasi” tersebut.
Selain membangun karakter, kemandirian, dan kekompakan melalui kegiatan kepramukaan, para siswa mendapatkan materi literasi digital dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang.
Ketua Panitia KBO dan PTA MAN Batang Dimas Justin Hanan Ramadhani mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang digelar setiap penerimaan peserta didik baru.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah sekaligus melatih mental siswa baru. Selain itu juga menjadi bagian dari proses Penerimaan Tamu Ambalan dalam kegiatan kepramukaan,” kata Dimas saat ditemui di Lapangan Sipucung, Desa Wonobodro, Kabupaten Batang, Selasa (4/8/2026).
Dimas mengatakan materi literasi digital diberikan karena aktivitas generasi muda saat ini tidak dapat dipisahkan dari teknologi dan media sosial.
“Di zaman sekarang literasi digital sangat penting karena hampir semua informasi tersebar melalui media digital. Kami berharap ilmu yang diberikan bisa dipahami dan diterapkan oleh seluruh peserta,” ujarnya.
Para siswa juga diajak lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Mereka diminta melakukan verifikasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkan sebuah informasi.
“Kalau mendapat informasi, sebaiknya dicek terlebih dahulu, dibandingkan dengan sumber lain, atau dikonfirmasi langsung kepada pihak yang mengetahui agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu benar,” tegas Dimas.
Staf Diskominfo Batang Ardhy Vebriansyah mengatakan edukasi juga mencakup etika beraktivitas di ruang digital.
Siswa diberikan pemahaman mengenai bahaya hoaks, pencurian data pribadi, hingga modus penipuan yang banyak terjadi melalui media sosial dan berbagai platform daring.
Ardhy juga mengingatkan pentingnya menjaga jejak digital. Setiap aktivitas yang dilakukan di internet dapat meninggalkan rekam data yang berpotensi memengaruhi masa depan seseorang.
“Setiap aktivitas di internet dapat meninggalkan rekam data yang berpotensi berdampak pada masa depan, meskipun unggahan telah dihapus,” ungkapnya.
Tidak hanya soal keamanan digital, peserta juga dikenalkan dengan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Teknologi AI diperkenalkan sebagai salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan siswa untuk mendukung proses belajar dan meningkatkan kompetensi.
Namun, siswa diingatkan agar menggunakan AI secara bijak dengan tetap memperhatikan etika, keamanan data, serta batasan penggunaannya.
Melalui kegiatan tersebut, MAN Batang berharap para siswa baru tidak hanya memiliki mental yang tangguh dan semangat berkolaborasi, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cakap digital, kritis dalam menyaring informasi, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi di era digital. (eko/redaksi)

2 days ago
7

















































