Massa Penambang Bakar Kantor PT Timah di Belitung Timur, Protes Harga Murah

3 weeks ago 21

BELITUNG TIMUR, iNews.idAksi unjuk rasa ribuan penambang di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berakhir ricuh, Jumat (7/8/2026). Massa yang emosi nekat membakar Kantor Unit Produksi serta gudang milik PT Timah Tbk di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung.

Aksi itu dipicu rasa kecewa penambang terkait ketidakjelasan harga beli timah rakyat yang dinilai sangat tidak layak, serta sulitnya menjual hasil tambang mereka.

Demo PSHT di Markas Debt Collector Surabaya Ricuh, Massa Lempar Batu ke Petugas

Baca Juga

Demo PSHT di Markas Debt Collector Surabaya Ricuh, Massa Lempar Batu ke Petugas

Kemarahan massa berawal saat upaya mereka untuk menemui pimpinan perusahaan PT Timah tidak membuahkan hasil. Lantaran merasa diabaikan, emosi pengunjuk rasa pun tersulut hingga terjadi aksi anarkistis.

Selain membakar bangunan Kantor Unit Produksi PT Timah, massa menyasar kompleks gudang perusahaan. Di lokasi tersebut, pengunjuk rasa membakar pos penjagaan, membakar ban bekas, serta melempar kaca gudang menggunakan batu.

Demo di Kejati Jatim Ricuh, Massa Kejar Provokator dan Bakar Foto Febrie Adriansyah

Baca Juga

Demo di Kejati Jatim Ricuh, Massa Kejar Provokator dan Bakar Foto Febrie Adriansyah

Perwakilan penambang mengungkapkan, pada Senin lalu sebenarnya telah ada kesepakatan antara pihak perusahaan dan penambang bahwa hasil tambang rakyat akan dibeli seharga Rp170.000 per kilogram. Namun dalam praktiknya, PT Timah tidak menyerap seluruh timah milik penambang dengan alasan keterbatasan anggaran.

Pasca-insiden pembakaran, Kepala Unit Wilayah Produksi Belitung PT Timah, Feryandi, akhirnya keluar menemui massa yang memadati lokasi.

Dalam dialog terbuka tersebut, masyarakat penambang melayangkan tuntutan agar seluruh titik pos pembelian timah dibuka secara normal seperti biasa, serta meminta perusahaan membeli timah rakyat pada tingkat harga Rp200.000 per kilogram. 

"Kami minta semua tempat pembelian dibuka normal dan timah kami dibeli dengan harga yang layak!" kata Tatap, seorang penambang di lokasi kejadian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |