MESRA 345 Wujudkan Literasi Hijau di SD Negeri Tamansari 02

5 days ago 11

Oleh:
Rujiani, M.Pd.
Kepala Sekolah SD Negeri Tamansari 02
Kec. Tlogowungu Kab. Pati

Pati, infojateng.id – Sebuah gerakan kolaboratif yang penuh makna telah mewarnai perjalanan SD Negeri Tamansari 02 di awal tahun 2026. Gerakan tersebut oleh kepala sekolah yaitu Ibu Rujiani, M.Pd. beserta segenap warga sekolah dilabeli dengan “MESRA 345”, sebuah ikhtiar nyata untuk menginternalisasikan literasi hijau sekaligus memperkuat fondasi menuju predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Inisiatif ini berangkat dari visi untuk memanfaatkan lahan sekolah yang terhampar luas menjadi ruang belajar ekologi yang hidup dan produktif.

MESRA, yang merupakan singkatan dari Menanam Serentak, dibangun di atas prinsip partisipasi menyeluruh. Angka 345 bukanlah bilangan acak, melainkan representasi dari total keterlibatan seluruh warga sekolah. Gerakan ini mengumpulkan kontribusi berupa 281 tanaman dari para siswa yang merupakan tanaman tidak berkayu, 12 tanaman yang mewakili identitas setiap kelas, dan 52 tanaman dari kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan merupakan tanaman buah berkayu khas Pati seperti durian, rambutan, matoa, kelapa kopyor, dan lainnya. Gabungan dari 345 tanaman inilah yang menjadi simbol persatuan dan tanggung jawab kolektif dalam membangun lingkungan sekolah yang berkelanjutan.

Untuk memastikan gerakan ini merasuk dalam nilai-nilai keluarga, sekolah meluncurkan proyek liburan yang kreatif. Menjelang akhir Desember 2025, pihak sekolah memberikan sosialisasi kepada para wali murid untuk diajak bermitra. Tugasnya adalah mendampingi anak-anak mendesain pot dari bahan bekas dan mencari bibit secara mandiri dari lingkungan sekitar. Anak-anak pun belajar bahwa benih bisa didapatkan dari sisa aktivitas dapur, seperti biji cabai, potongan rimpang jahe, ubi yang bertunas, atau bawang yang sudah mulai tumbuh akar. Liburan sekolah berubah menjadi periode penanaman awal, di mana setiap siswa memulai literasi hijau dengan menjadi ibu-bapak bagi tanaman pertamanya. Kegiatan ini efektif mengalihkan screen time menjadi green time, menanamkan rasa peduli dan tanggung jawab.

Puncak dari seluruh proses ini adalah Jumat, 9 Januari 2026, sebuah hari yang telah disepakati sebagai momen kebersamaan. Suasana sekolah dihari itu sungguh mengharukan dan penuh energi. Tidak hanya dihadiri oleh siswa beserta orang tua dan para guru, tetapi juga diperkuat oleh kehadiran Pengawas Sekolah, Kepala Desa, perwakilan Polsek, Komite Sekolah, dan berbagai stakeholder lainnya. Kehadiran mereka adalah bentuk dukungan nyata terhadap visi pendidikan lingkungan yang diusung sekolah.

Secara serentak, 345 pot dengan beragam tanaman menemukan rumah barunya di area sekolah yang telah ditata. Taman TOGA, jalur tanaman hias, dan deretan tabulampot mulai terbentuk. Inovasi pendukung juga hadir berupa lubang resapan biopori dan kompos yang disiapkan di beberapa sudut. Lubang ini menjadi solusi untuk mengelola sampah daun, sekaligus sarana pembelajaran tentang pengomposan dan siklus nutrisi alami. Setiap tangan yang membantu, dari yang kecil hingga yang dewasa, menyatakan komitmen yang sama: mewujudkan sekolah yang asri.

Sesungguhnya, menanam adalah langkah yang mudah. Tantangan sejati terletak pada merawat dan memelihara. Sekolah menyadari hal ini, sehingga program MESRA 345 dirancang dengan fase pasca-penanaman yang jelas. Setiap kelas akan memiliki jadwal piket penyiraman dan pemantauan. Orang tua diajak untuk tetap membimbing anak merawat tanaman yang dibawa dari rumah. Tujuannya adalah agar tanaman tidak hanya hidup, tetapi tumbuh subur, berbunga, dan berbuah, memberikan kepuasan sekaligus hasil yang bisa dinikmati bersama.

Impian besar yang ingin diwujudkan adalah menjadikan SD Negeri Tamansari 02 sebagai oase hijau yang nyaman untuk belajar. Suasana sekolah yang sejuk dan rindang diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi belajar, mengurangi stres, dan menjadi media pembelajaran kontekstual yang tak ternilai harganya. Literasi hijau melalui MESRA 345 bukanlah proyek sekali waktu, melainkan awal dari budaya baru yang berakar, budaya di mana setiap warga sekolah merasa memiliki dan bertanggung jawab atas lingkungannya.

Dengan semangat MESRA 345, SD Negeri Tamansari 02 tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanamkan nilai. Gerakan ini adalah bukti bahwa upaya menuju Adiwiyata Nasional dibangun dari aksi kolektif yang tulus, dimulai dari pot kecil di rumah, dan disempurnakan dengan kebersamaan di sekolah. Langkah ini adalah fondasi kokoh untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.(redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |