MGMP Pancasila Batang Anjangsana ke AGPPI Jateng, Perkuat Sinergi dan Kompetensi

2 hours ago 2

Batang, infojateng.id – Sebanyak 35 guru Pendidikan Pancasila jenjang SMP se-Kabupaten Batang yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) menggelar anjangsana dan Focus Group Discussion (FGD) bersama Asosiasi Guru Pendidikan Pancasila Indonesia (AGPPI) Pengurus Wilayah Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Muncul Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu (16/8/2026). Pertemuan menjadi ruang bagi para guru untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas penguatan kompetensi dan tantangan profesi pendidik Pendidikan Pancasila.

Koordinator MGMP Pendidikan Pancasila SMP Batang Siti Yulaekha mengatakan, anjangsana tersebut menjadi momentum untuk menyelaraskan visi pengembangan kompetensi guru, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Ini momentum emas bagi para guru Pendidikan Pancasila untuk saling menguatkan, memperluas wawasan keprofesian, serta menyusun langkah-langkah konkret dalam menjawab tantangan pembelajaran moral dan kebangsaan peserta didik di era modern,” kata Siti.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua AGPPI Jateng Muhammad Rohib Hirzi memaparkan perjalanan organisasi, mulai dari sejarah berdiri hingga visi dan misi AGPPI yang sebelumnya bernama AGPPKnI.

Rohib mengatakan, organisasi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi guru dalam menjalankan tugasnya.

“Di antaranya maraknya kasus kriminalisasi guru saat menjalankan tugas mendidik, beratnya beban mengajar, hingga kerumitan administrasi pembelajaran,” ujarnya.

Menurut dia, AGPPI berupaya merespons persoalan tersebut secara berkelanjutan dengan membangun sinergi bersama berbagai lembaga negara dan pemerintah.

Kerja sama itu antara lain diarahkan dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPR RI, DPRD, serta pemerintah daerah maupun pemerintah kota.

Perkuat Jaringan Guru

Ketua AGPPI Kabupaten Semarang Firman Wahono menilai penguatan jaringan komunikasi antarpendidik menjadi salah satu hal penting dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan.

“AGPPI hadir sebagai jembatan silaturahmi dan wadah interaksi lintas jenjang pendidikan mulai dari SMP, MTs, SMA, MA, hingga SMK,” kata Firman.

Selain membangun jaringan antarguru, AGPPI juga mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Salah satu upayanya melalui penguatan nota kesepahaman atau MoU.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung sinergi akademis, penelitian di bidang pembelajaran, serta peningkatan kualifikasi dan kompetensi pendidik secara sistematis dan berkelanjutan.

Pertemuan MGMP Pendidikan Pancasila SMP Batang dengan AGPPI Jateng juga membahas sejumlah persoalan yang dihadapi sekolah, termasuk kekurangan pendidik mata pelajaran PPKn atau Pendidikan Pancasila.

Forum tersebut kemudian merumuskan sejumlah gagasan advokasi untuk mencari solusi atas persoalan kekurangan guru di berbagai sekolah.

Siapkan Kompetisi Pancasila

Selain penguatan profesi guru, AGPPI Kabupaten Semarang turut mendorong pengembangan kompetensi peserta didik. Salah satu gagasan yang dibahas yakni penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) PPKn/Pendidikan Pancasila.

Lomba tersebut direncanakan dimulai dari tingkat Kabupaten Batang. Jika berjalan baik, kegiatan diharapkan dapat dikembangkan hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Yang diproyeksikan dapat berlanjut hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah dengan bimbingan teknis langsung dari AGPPI Jawa Tengah,” pungkas Firman. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |