Cegah Pencemaran, KKN Undip Dorong UMKM Telur Asin Kelola Limbah

6 hours ago 3

Batang, infojateng.idMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang mendorong pelaku UMKM telur asin di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, untuk lebih serius mengelola limbah produksi guna mencegah pencemaran lingkungan.

Upaya tersebut dilakukan melalui program Multidisiplin 1 berupa edukasi pengelolaan air limbah produksi telur asin yang digelar Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian mahasiswa KKN terhadap potensi pencemaran yang dapat muncul dari aktivitas produksi UMKM.

Air limbah dari proses produksi telur asin berpotensi masuk ke saluran drainase dan terbawa hingga wilayah pesisir apabila tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai dampak limbah terhadap kualitas perairan sekaligus langkah pencegahan pencemaran sejak dari sumbernya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Moch. Afifulloh Astra Nawa menyampaikan materi mengenai dampak air limbah terhadap kualitas perairan, pentingnya pengelolaan limbah, serta upaya mencegah pencemaran lingkungan.

Edukasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama BUMDes terkait kondisi dan pengelolaan limbah yang dihasilkan dari proses produksi telur asin.

Direktur BUMDes Lufni menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi dari mahasiswa KKN dapat membantu meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi air limbah produksi telur asin pada 22 Juli 2026. Pemeriksaan dilakukan melalui pengukuran pH, kadar garam, serta penyaringan sedimen pada air limbah.

Hasil pengecekan menunjukkan kondisi air limbah secara umum masih tergolong aman berdasarkan parameter yang diamati.

Pemeriksaan tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi limbah produksi sekaligus meningkatkan perhatian pelaku usaha terhadap pengelolaannya.

Program tersebut juga dikaitkan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya SDG 6 tentang Clean Water and Sanitation, melalui upaya menjaga kualitas air dan mencegah pencemaran akibat limbah yang tidak dikelola.

Selain itu, program mendukung SDG 12 tentang Responsible Consumption and Production dengan mendorong pelaku UMKM menerapkan proses produksi yang lebih bertanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan.

Kegiatan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan SDG 14 tentang Life Below Water. Pengelolaan limbah sejak dari sumbernya diharapkan dapat mengurangi potensi bahan pencemar masuk melalui drainase menuju kawasan pesisir dan perairan.

Mahasiswa KKN berharap edukasi dan pengecekan lapangan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi dapat mendorong perubahan kebiasaan dalam pengelolaan limbah produksi.

Kolaborasi mahasiswa KKN, BUMDes, dan pelaku UMKM diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa keberlangsungan usaha tidak hanya ditentukan oleh produktivitas dan keuntungan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga lingkungan.

Dengan pengelolaan limbah yang lebih baik, produksi telur asin di Desa Kedungsegog diharapkan tetap berkembang sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |