Sungai Bango Kembali Tercemar, Pemkab Pati Soroti Sampah dan Limbah Tapioka

1 day ago 11

Pati, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati kembali menyoroti kondisi Sungai Bango di Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso. Tumpukan sampah dan dugaan limbah industri tapioka ditemukan di sepanjang aliran sungai tersebut.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meninjau langsung kondisi Sungai Bango bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Margoyoso, tokoh masyarakat, dan perwakilan petambak, Sabtu (15/8/2026).

Peninjauan dilakukan menyusul kembali munculnya tumpukan sampah dan dugaan limbah setelah sebelumnya dilakukan pembersihan pada Juni-Juli 2026.

Chandra mengatakan, dari hasil penyusuran, tumpukan sampah ditemukan hampir sepanjang 500 meter. Kondisi tersebut menyebabkan aliran sungai kembali terganggu dan dilaporkan berlanjut hingga kawasan muara.

“Walaupun ditangani dan dibersihkan berulang kali, dalam satu hingga dua bulan kondisinya akan kembali seperti ini jika sumber masalahnya tidak diselesaikan,” ujar Chandra.

Pengusaha Tapioka Diminta Optimalkan IPAL

Menurut Chandra, persoalan Sungai Bango tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengangkut sampah dan membersihkan aliran sungai. Sumber pencemaran harus ditangani agar persoalan tidak terus berulang.

Pemkab Pati pun meminta para pelaku industri tapioka memastikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berfungsi dan dikelola secara optimal sebelum limbah dibuang ke lingkungan.

“Kami sangat mengharapkan komitmen dari para pengusaha tapioka untuk mengelola IPAL-nya dengan benar,” tegasnya.

Selain dugaan limbah industri, pemerintah juga menemukan sampah rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai.

Chandra meminta masyarakat menghentikan kebiasaan tersebut dan ikut menjaga kebersihan aliran Sungai Bango.

“Kepada masyarakat, kami juga mengimbau dengan sangat, agar tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai,” katanya.

Petambak Keluhkan Dampak Pencemaran

Kondisi Sungai Bango juga menjadi perhatian para petambak di Desa Bulumanis Lor. Mereka mengeluhkan kualitas air yang diduga tercemar dan dampaknya terhadap aktivitas pertambakan.

Pencemaran tersebut dinilai berpotensi mengganggu produktivitas tambak yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat.

Pemkab Pati kemudian meminta DLH untuk mengumpulkan para pengusaha tapioka guna membahas persoalan pengelolaan limbah.

Pertemuan tersebut akan diarahkan untuk memastikan setiap pelaku usaha mengelola limbah melalui IPAL dengan baik dan tidak membuang limbah secara langsung ke sungai.

“Intinya adalah komitmen dari pengusaha-pengusaha tapioka untuk tidak membuang langsung sampah atau limbahnya di aliran sungai ini,” kata Chandra.

Penanganan Tak Berhenti pada Pembersihan

Pemkab Pati memastikan monitoring terhadap Sungai Bango akan terus dilakukan bersama organisasi perangkat daerah terkait.

Penanganan ke depan tidak hanya berfokus pada pembersihan tumpukan sampah, tetapi juga diarahkan untuk mencari dan mengatasi sumber pencemaran.

Langkah tersebut dinilai penting agar sungai tidak kembali dipenuhi sampah dan dugaan limbah dalam waktu singkat setelah dilakukan pembersihan.

Chandra menegaskan pemulihan Sungai Bango membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat diminta menjalankan peran masing-masing dalam menjaga kualitas lingkungan. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |